27 Mei 2011

Mengapa lensa fix lebih baik dari lensa zoom ?

Lensa fix atau prime lens, adalah lensa yang tidak bisa zoom. Jadi untuk mengkomposisikan foto baik jauh atau dekat, Anda dipaksa untuk bergerak maju mundur. Bisa dibayangkan repotnya?
Banyak yang mungkin bertanya, untuk apa lensa fix, mendingan lensa zoom, apalagi banyak lensa fix yang lumayan mahal. Ada beberapa alasan kenapa lensa fix masih banyak diminati, terutama fotografer yang berpengalaman.

1. KECIL dan RINGAN

Sebagian besar lensa fix memiliki ukuran yang lebih kecil dan ringan. Hal ini membuat Anda lebih leluasa untuk bergerak dan tidak lekas capai bila membawa kamera Anda saat perjalanan jauh.

2. BUKAAN BESAR

Sebagian besar lensa fix juga memiliki maksimal bukaan besar seperti f/1.4 dan f/1.8. Di bandingkan dengan lensa zoom standar, bukaan f/1.8 dapat mengumpulkan cahaya 4-8 kali lebih banyak (2 sampai 3 stops) sehingga ideal untuk mengambil foto di ruangan yang gelap. Selain itu bukaan yang besar memudahkan Anda untuk membuat latar belakang menjadi blur.
Lensa Nikon 35mm (50mm) sangat populer untuk kamera pemula Nikon
Lensa Nikon 35mm (50mm) sangat populer untuk kamera pemula Nikon

3. KUALITAS FOTO

Hampir semua foto yang dihasilkan oleh lensa fix lebih tajam dan lebih baik daripada foto yang dihasilkan lensa zoom. Selain itu, distorsi juga lebih terkendali.

4. BAIK UNTUK BELAJAR

Lensa fix memaksa Anda untuk bergerak dan mencari sudut pandang yang lebih baik. Sehingga hasil foto Anda bisa lebih baik.

5. FOTO CLOSE-UP / MACRO

Semua lensa makro yang bagus adalah lensa fix. Ada juga lensa zoom yang memiliki kemampuan makro, tapi sangat jauh kualitasnya dibandingkan dengan lensa fix. (Lens makro adalah lensa yang bisa mengambil foto objek yang sangat kecil sehingga terlihat sangat besar. Contoh: serangga, bunga)
Dengan kelebihan-kelebihan tersebut maka lensa fix sangat penting sebagai alat fotografi di masa lalu dan dimasa depan.
Pengalaman saya: Lensa fix banyak saya pakai untuk foto potret, foto pertandingan bola basket, bola voli di dalam ruangan, foto candid, foto pemandangan

Sumber : http://www.infofotografi.com/

26 Mei 2011

Lensa Prime / Fix vs Lensa Zoom


Prime lens Canon 50mm f/1.4 USM
Prime lens Canon 50mm f/1.4 USM

Lensa prime / fix adalah lensa yang memiliki rentang fokal tetap alias Anda tidak bisa mengunakan zoom. Secara umum, lensa prime memiliki kelebihan dibandingkan dengan lensa zoom antara lain:
  • Untuk lensa prime yang berukuran pendek seperti 24, 35, 50, 85mm harganya relatif lebih murah dibanding dengan lensa zoom
  • Ukuran lensa prime relatif lebih kecil dan ringan daripada lensa zoom
  • Bukaan lensa lensa prime pada umumnya beberapa kali lebih besar dari lensa zoom, sehingga lebih efektif untuk kondisi gelap. Selain itu, bukaan besar membuat depth of field menjadi tipis, sehingga efektif membuat background menjadi blur.
Untuk yang baru belajar fotografi, lensa prime lensa yan baik untuk belajar karena Anda dipaksa untuk bergerak dan mengambil sudut pandang yang lebih baik. Jika Anda mengunakan lensa zoom, besar kemungkinan Anda hanya akan mengandalkan zoom sehingga perspektif komposisi Anda kurang maksimal.

Sumber : http://www.infofotografi.com/blog/

25 Mei 2011

Jenis jenis lensa

Lensa terbagi dalam beberapa jenis berdasarkan focal length / rentang lensa.

Lensa Prime atau Fixed focal length

Prime lens adalah lensa yang hanya memiliki satu rentang fokal sehingga tidak bisa zoom. Lensa prime terkenal untuk potret, kegiatan olahraga dan lain-lain. Beberapa lensa prime yang sering terkenal dan sering digunakan yaitu 50mm, 85mm, 135mm, dan 300mm. Perbedaan antara lensa prime dengan lensa zoom .

Lensa Standard Zoom

Lensa ini disering disebut juga lensa jalan-jalan. Lensa ini biasanya mempunyai rentang fokal antara 16-85mm. Rentang fokal ini sangat fleksibel dan 80% dari foto Anda kemungkinan di jepret mengunakan lensa ini. Contoh: Canon 18-55mm f/3.5-5.6 IS, Nikon 18-55mm f/3.5-5.6 VR, Nikon 16-85mm f/3.5-5.6 VR, Pentax 16-50mm f/2.8 dan sebagainya.

Wide Angle Zoom

Lensa Wide Angle zoom adalah lensa yang populer bagi fotografi pemandangan atau arsitektur karena kemampuan lensa ini untuk menangkap bidang yang luas dengan perspektif yang dinamis. Contoh: Sigma 10-20mm, Canon EF-S 10-22mm, Tokina 12-24mm, dan sebagainya.

Telephoto Zoom

Lensa Telephoto ini dapat membuat objek yang jauh terasa dekat. Sangat populer dikalangan fotografer binatang liar, olahraga, fotojurnalistik dan banyak lagi. Lensa ini juga populer untuk potret karena kemampuannya dalam mengkompresi latar bekalang sehingga model Anda terlihat lebih enak dipandang. Biasanya lensa telephoto rawan getar, maka dari itu lensa telephoto zoom yang memiliki Image stabilization sangat dianjurkan. Contoh: Canon 55-250mm IS, Sony 70-200mm f/2.8, Pentax 65-250mm f/4, Sigma 50-500mm dan sebagainya.

Lensa Superzoom (lensa sapu jagat)

Lensa ini seperti gabungan dari lensa standard zoom dengan telephoto zoom. Rentang fokal lensa ini sangat lebar, dari 18mm sampai telephoto 200mm bahkan ada yang sampai 270mm. Karena itu, lensa ini sangat populer untuk lensa jalan-jalan dan travel. Ideal untuk orang yang tidak ingin mengganti-ganti lensa. Kekurangan lensa ini yaitu pada kualitas optiknya secara umum tidak seprima lensa standard atau lensa telephoto.

Lensa Makro

Lensa Makro adalah lensa ideal untuk mengambil foto close-up atau detail shot dari benda-benda berukuran kecil, misalnya perhiasaan, bunga, serangga, dan sebagainya. Lensa makro mampu membesarkan objek yang difoto dan menangkap detail dan warna dengan tajam. Lensa Makro kadang dipakai untuk potret karena rentang fokal lensa makro biasanya sekitar 90-200mm. Tapi banyak yang tidak menyukai hasil foto potret dengan mengunakan lensa makro karena terlalu tajam, sehingga ketidaksempurnaan dalam kulit menjadi terlalu ketara di foto. Pada umumnya lensa Makro yang baik bukan lensa zoom melainkan prime.
Demikian tipe-tipe lensa umum yang Ada, semoga membantu Anda dalam memutuskan lensa yang paling cocok digunakan untuk kesempatan yang ada.

Sumber : http://www.infofotografi.com/

24 Mei 2011

Cara Memilih Lensa Kamera Digital SLR

Memilih lensa kamera merupakan suatu perkara yang rumit dan sering membingungkan. Dalam artikel ini saya mencoba menjelaskan seringkas dan sepadat mungkin. Semoga membantu.

1. Lensa Zoom atau Prime

Pertama-tama, yang kita perlu putuskan adalah apakah kita memerlukan lensa zoom atau lensa prime / fixed. Lensa zoom tentunya lensa yang lebih fleksibel, tapi lensa prime memiliki keunggulan di kualitas optik dan biasanya lebih ringan dan pendek. [Baca: Lensa prime vs lensa zoom]

2. Rentang Fokal lensa

Kemudian, kita harus menentukan rentang fokal lensanya. Ada beberapa jenis pilihan, antara lain:
Ultra lebar atau lensa mata ikan (fisheye) : Lensa jenis ini memiliki rentang lensa sekitar 8mm sampai 16mm. Lensa jenis ini bisa menangkap area yang sangat lebar.
Standard : Lensa yang memiliki rentang fokal sekitar 18-55mm. Jenis lensa ini biasanya di bundel ketika Anda memilih kamera digital SLR. Lensa ini termasuk lensa serba guna karena sering digunakan untuk berbagai keperluan.
Telephoto: Lensa yang memiliki rentang fokal sekitar 55-300mm. Jenis lensa ini untuk mengambil foto dari jarak jauh seperti burung, binatang liar, potret dan kegiatan olahraga.
Lensa sapu jagat / superzoom : Lensa ini memiliki rentang fokal lensa yang sangat besar, yaitu dari 18-200mm atau ada pula yang mencapai 270mm. Lensa jenis ini seperti gabungan dari lensa standard dan telephoto sehingga sangat fleksibel. Cocok untuk pengguna yang tidak ingin membawa lensa lebih dari satu. Kekurangan lensa ini adalah harga yang lebih tinggi.

3. Bukaan lensa

Semakin besar bukaan, semakin banyak cahaya yang bisa diserap masuk ke kamera. Oleh sebab itu, lensa dengan bukaan besar baik bila Anda sering mengambil foto di dalam ruangan atau di situasi yang gelap. Lebih dari itu, lensa berbukaan besar, memudahkan Anda mengontrol kedalaman fokus sehingga mempermudah membuat latar belakang menjadi kabur. Namun sayangnya, lensa yang memiliki bukaan besar, biasanya lebih mahal. Biasanya, lensa prime memiliki bukaan yang lebih besar dari kebanyakan lensa zoom. Jadi bila bukaan besar menjadi prioritas, lebih baik bila melihat-lihat lensa prime.

4. Fungsi-fungsi lensa

Ada beberapa fungsi yang perlu diperhatikan diantaranya:
IS/VR (Image Stabilization/Vibration Reduction) : lensa yang memiliki fungsi ini bisa membantu mengurangi getaran kamera saat mengambil gambar dengan shutter speed rendah sehingga mengurangi blur pada foto. Fungsi ini sangat berguna untuk mengambil gambar benda yang tidak bergerak, namun tidak berguna untuk foto subjek yang bergerak seperti foto olahraga.
Makro : Fungsi makro lensa memungkinkan fokus dengan jarak dekat, sehingga objek yang kecil menjadi besar. Bila Anda menyukai foto serangga, bunga, atau benda-benda kecil lainnya, sebaiknya mencari lensa ini. Lensa makro yang baik biasanya termasuk kategori lensa prime.
Ada juga lensa yang tahan cuaca dan air. Lensa semacam ini cocok untuk dibawa dalam kegiatan outing atau hiking.
AF-S/SDM/USM/HSM : Bila Anda menemukan kode-kode seperti ini pada lensa Anda, berarti lensa Anda memiliki motor auto fokus yang hampir/tidak bersuara ketika mengambil fokus. Sebagian besar lensa yang memiliki fungsi ini juga lebih cepat daripada lensa biasa.

4. Memilih lensa merek lain?

Ada beberapa produsen lensa yang terkenal seperti Tamron, Sigma, Tokina, dan beberapa yang lain. Biasanya, lensa buatan pihak ketiga ini lebih murah. Tapi apakah lensa buatan pihak ketiga ini bisa diandalkan? Ini tergantung pada kelas lensanya. Masing-masing produsen lensa biasanya menyediakan dua jenis lensa: kelas biasa, dan kelas atas yang berkualitas tinggi.
Lensa yang ditawarkan pihak ketiga ini sangat bervariasi, sehingga sulit digeneralisir. Tapi menurut pengalaman saya, inilah ciri-ciri utamanya:
Tamron: Auto fokusnya pelan, kurang akurat dan sedikit berisik. Terkenal karena murah, dan menawarkan enam jenis lensa sapu jagat.
Sigma: Auto fokus lebih baik kinerjanya daripada Tamron, memiliki deretan lensa yang cukup komplit dari yang kualitas rendah dan murah sampai tinggi. Sigma juga terkenal akan lensa telephoto zoomnya.
Tokina: Koleksi lensa Tokina tidak sebanyak Sigma dan Tamron. Spesialisasi Tokina yaitu pada lensa ultra lebar. Kualitas kontruksi dan optik Tokina boleh dibilang sangat baik.

5. Lain-lain

Khusus untuk pengguna kamera Canon, banyak juga yang menanyakan soal perbedaan lensa L dan non – L. Lensa yang berlabel L (singkatannya Luxury atau mewah) adalah lensa yang berkualitas tinggi dari optik maupun konstruksinya. Sebagian besar lensa L lebih mahal daripada lensa yang bukan L.
Lalu ada lensa Canon EF-S. Lensa-lensa EF-S tidak di desain untuk kamera digital SLR full frame Canon, seperti Canon 5D, 1d mark, jadi hanya bisa dipakai untuk kamera digital SLR Canon biasa.
Bila ada yang masih bingung dan ingin menanyakan atau berbagi pengalaman tentang lensa yang dipunyai silahkan membalas melalui kotak komentar dibawah.

Sumber : http://www.infofotografi.com/

23 Mei 2011

Perbedaan antara lensa berkualitas tinggi dan rendah

Lensa berkualitas tinggi biasanya memiliki badan / casing yang berkualitas lebih baik, misalnya dari campuran logam atau plastik yang keras. Kontak lensa ke badan kamera juga dari logam.
Selain itu bukaan lensa zoom berkualitas tinggi biasanya memiliki bukaan besar dan/atau konstan seperti f/4, f/2.8. Untuk lensa prime / non-zoom, lensa yang berkualitas tinggi biasanya memiliki maksimum bukaan yang besar, misalnya f/1.2 dan f/1.4.
Hal lain yang membedakan adalah kode pada nama lensa. Contohnya: Tamron: SP, Sigma: EX, Canon: L, Tokina: Pro, Nikon: N.
Salah satu lensa kualitas tinggi Canon berlabel L dan berwarna putih. Lensa ini memiliki harga sekitar dua puluh juta rupiah.
Salah satu lensa kualitas tinggi Canon berlabel L dan berwarna putih. Lensa ini memiliki harga sekitar dua puluh juta rupiah.
Lalu kualitas lensa juga bisa dilihat dari harga seperti dibawah ini:
  • 2 juta kebawah : Lensa murah dengan kualitas rendah, biasanya casingnya berbahan plastik dan kualitas fotonya tidak begitu tajam dan tidak konsisten.
  • 2 juta keatas : Kualitas lensa rata-rata. Meski banyak yang masih bercasing plastik, tapi kualitas gambar lebih baik dan lebih konsisten.
  • 5 juta keatas : Kualitas lensa diatas rata-rata. Kualitas bahan kamera lebih baik dari sebelumnya, beberapa mengunakan bahan logam, yang lain mengunakan bahan plastik yang tebal. Kualitas foto juga sudah cukup konsisten dan tajam.
  • 10 juta keatas : Kualitas lensa sangat baik. Termasuk kategori lensa mewah karena lebih mahal dari kameranya, lensa dalam kategori ini memiliki kualitas foto yang sangat baik, konsisten tapi biasanya cukup berat.
Tapi ada juga beberapa lensa yang menghasilkan foto yang sangat baik tapi relatif murah, contohnya lensa 50mm f/1.8, dan 35mm f/1.8.

Dari kualitas gambar, Lensa berkualitas tinggi lebih konsisten di setiap bukaan dan rentang lensa (zoom). Ketajaman lensa tinggi, kontras baik, rendah aberasi warna dan vinyet terkontrol.

Sumber : http://www.infofotografi.com/

22 Mei 2011

Memilih lensa sapujagat

Banyak orang yang tidak ingin direpotkan dengan ritual ganti-ganti lensa dan membawa lensa tambahan, oleh sebab itu, lensa sapujagat lahir. Lensa ini memiliki jangkauan fokus yang luas, dari lebar sampai panjang (tele).

canon-350d-tamron-18-250mm
Kamera pemula Canon dan lensa Tamron 18-250mm, kecil2 tapi jangkauannya panjang

Di pasaran, lensa model ini ada yang mahal dan ada yang mura, ada yang kualitasnya baik, ada yang kualitasnya buruk.
Inilah lensa sapujagat yang saya rekomendasikan:

1. Nikon 18-200mm VR f/3.5-5.6 VR versi II – harga sekitar 6.5 – 7 juta

Kalau memakai kamera Nikon, lensa ini bisa dibilang yang terbaik dari kualitas foto dan desain bodinya. Performa auto fokus juga bisa diandalkan. Kualitas fotonya sangat baik dan tajam di 18-70mm, setelah itu kualitasnya akan merosot terutama antara 135-200mm. Selain itu, harganya relatif tinggi dan mungkin lebih mahal dari kamera Anda.

2. Canon 18-200mm f/3.5-5.6 IS – harga sekitar 5.5 – 6 juta

Kualitas foto mungkin tidak setajam Nikon di 18-70mm, tapi secara keseluruhan, lensa ini lebih konsisten dari Nikon, terutama untuk foto jarak jauh (tele). Harganya juga jauh lebih murah. Sayangnya auto fokusnya masih mengunakan teknologi lama, jadi masih ada suara dan kurang cepat. Untuk pengguna kamera Canon, lensa ini adalah pilihan terbaik.

3. Tamron 18-270mm f/3.5-6.3 VC Macro – harga sekitar 5 juta

Lensa ini adalah lensa dengan jangkauan paling jauh dibandingkan dengan lensa diatas. Kualitas foto cukup baik dari 18-135mm setelah itu agak menurun terutama di ujungnya, yaitu 200-270mm. Lensa ini layak menjadi pilihan bila Anda ingin memiliki lensa yang berjangkauan sangat jauh, seperti foto satwa liar (wildlife).  Kekuranganya (seperti lensa Tamron secara umum) terletak pada performa auto fokus yang sedikit berisik dan sering gagal mengunci subjek foto.

4. Tamron 18-250mm f/3.5-6.3 Macro – harga sekitar 3 juta

Harga paling murah, bukan berarti paling jelek, tapi sebaliknya, kualitas foto lebih konsisten daripada lensa Tamron 18-270mm diatas dan Sigma 18-250mm dibawah. Ukurannya juga lebih kecil dan ringan, cocok untuk dibawa jalan-jalan. Kekurangannya adalah tidak memiliki built-in stabilizer, jadi pengguna kamera Canon / Nikon agak kesulitan bila foto di ruangan yang gelap.

5. Sigma 18-250mm f/3.5-6.3 OS HSM – harga sekitar 5 juta

Desain lensa ini dan performa auto fokusnya lebih cepat, hampir tidak bersuara dan lebih akurat dari lensa-lensa Tamron diatas. Tapi kualitas fotonya malah kurang konsisten. Misalnya di jarak fokus 18mm foto tajam, tapi di 50mm, tidak tajam.
Catatan: Lensa Tamron, Sigma tersedia untuk kamera Nikon, Canon, Sony dan Pentax.
Demikian posting saya kali ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Sumber : http://www.infofotografi.com/

21 Mei 2011

Pilihan lensa untuk ruangan atau kondisi cahaya yang gelap

Kadang-kadang saya mendapat pertanyaan tentang lensa yang cocok untuk kondisi cahaya yang gelap. Misalnya untuk foto konser musik, di dalam cafe yang remang-remang, di dalam rumah atau gedung atau sore dan malam hari.

Ada dua jenis lensa yang cocok, masing masing memiliki keunggulan dan kelemahan sendiri-sendiri

1. Lensa berbukaan besar

Semakin besar bukaan maksimum lensa, semakin besar cahaya yang bisa masuk melalui lensa ke sensor kamera. Oleh sebab itu semakin besar bukaan maksimum lensa semakin baik digunakan untuk foto di kondisi gelap. Contohnya adalah lensa berbukaan f/1.4, f/1.8, f/2, f/2.8. Semakin kecil angka f/ nya semakin besar bukaannya.

Kekurangan lensa berbukaan besar yaitu biasanya lensa ini banyak terdapat pada lensa prime/fixed/non-zoom dan jarang ditemui di lensa zoom. Selain itu, bila mengambil foto dengan bukaan besar, kedalaman bidang menjadi tipis karena itulah, ketika kedalaman ruang dan ketajaman dari sudut ke sudut dan depan ke  latar belakang belakang foto penting, lensa ini menjadi kurang ideal.

2. Lensa atau kamera dengan built-in image stabilizer / peredam getar

Dengan peredam getar, Anda bisa membuka shutter speed / kecepatan rana dengan lebih lama tanpa takut foto menjadi kabur karena getaran kamera. Rata-rata fitur ini bisa membantu memberi jalan masuk cahaya dua sampai tiga stop (sekitar 4-8 kali lipat).

Maka dari itu bila jenis foto yang mementingkan ketajaman dari ujung ke ujung seperti pada foto pemandangan atau still life (benda mati atau produk), maka mengunakan lensa atau kamera berperedam getar merupakan pilihan yang baik.

Meski sangat membantu, tapi image stabilizer ini tidak bisa membekukan gerakan subjek foto. Bila subjek foto bergerak, maka akan tampak kabur di fotonya.


3. Lensa atau kamera dengan built-in image stabilizer / peredam getar

Ada pula lensa yang berbukaan besar, dan juga memiliki image stabilizer. Ini adalah lensa yang paling ideal, tapi biasanya lensa ini ukuran dan beratnya cukup besar dan juga relatif mahal. Contoh: Canon 17-55mm f/2.8 IS USM sekitar 9 juta, 70-200mm f/2.8 IS / VR : sekitar 20 juta

20 Mei 2011

Serba serbi lensa makro


butterfly-macro-photography

Lensa makro / mikro berbeda dengan lensa-lensa lain karena lensa makro dapat fokus relatif dekat dengan objek foto. Lensa makro murni memiliki perbesaran 1:1, artinya ukuran subjek sama dengan ukuran sensor kamera atau film. Kalau kita foto sebuah penggaris, 1cm di penggaris akan sama dengan 1 cm yang ditangkap di sensor kamera.

Lensa makro dengan pembesaran 1:1 biasanya ditemui di lensa fix/prime atau lensa yang tidak bisa zoom.
Contohnya adalah:
  • Lensa yang berukuran 50-70mmm biasanya untuk foto produk atau benda kecil di dalam studio)
  • Lensa yang berukuran 100mm (Biasanya untuk outdoor, seperti foto serangga, bunga)
  • Lensa yang berukuran 150-200mm (Biasanya untuk outdoor, untuk serangga atau binatang kecil yang sulit di dekati).
Ada pula lensa makro yang memiliki label zoom, seperti Tamron 70-300mm f/3.5-5.6 macro. Meski memiliki label makro, lensa ini tidak memiliki perbesaran 1:1, tapi biasanya 1:3.5. Kualitas fotonya biasanya juga kurang dibandingkan lensa makro murni.
canon-100mm-macro
Canon 100mm f/2.8 macro usm - Salah satu lensa populer

Lensa makro biasanya lensa yang didesain untuk menghasilkan foto yang tajam, dengan background blur yang lembut. Lensa makro juga cukup populer sebagai lensa potret, tapi sebagian fotografer suka mengeluh hasilnya terlalu tajam. Banyak lensa makro yang memiliki auto fokus yang kurang cepat dan akurat, terutama saat foto dalam jarak yang dekat. Maka dari itu, banyak fotografer sering mengunakan manual fokus untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Lensa makro murni biasanya mahal-mahal, satu lensa bisa berharga 5 juta ke atas. Tapi ada beberapa alternatif untuk mengubah lensa menjadi lensa makro yang lebih baik.
canon-close-up
Close-up filter
Close-up filter adalah lensa filter yang dipasang di depan lensa. Fungsinya kurang lebih mengurangi jarak minimal fokus sehingga objek foto menjadi lebih besar saat direkam. Kualitas close-up filter sangat bervariasi, biasanya yang murah (sekitar 100 ribu) tapi kualitasnya buruk dan ada juga yang kualitasnya tinggi tapi harganya lumayan mahal (satu atau dua juta lebih). Keuntungan filter ini adalah, auto focus dan fungsi2 kamera masih beroperasi seperti biasanya.
kenko-extension-tubeExtension Tube
Extension tube adalah tabung kosong yang dipasang diantara kamera dan lensa. Dengan adanya tabung ini, kita bisa fokus lebih dekat ke objek foto. Extension Tube yang murah biasanya tidak memiliki kontak elektronik, jadinya tidak bisa auto fokus. Yang bisa, seperti Canon EF 25 II Extension Tube biasanya jauh lebih mahal.
reversing-ringReversing Ring
Dengan mengunakan cincin ini, kita bisa membalikkan lensa non-makro menjadi bersifat seperti lensa makro. Metode ini cukup diminati oleh para penghobi fotografi karena biaya yang relatif murah. Kualitas foto lumayan dan tergantung dari lensa yang direverse. Misalnya lensa 50mm akan memberikan hasil lebih baik daripada lensa 18-55mm. Auto focus juga tidak berjalan, sehingga manual fokus dan pemakaian tripod hampir harus dilakukan.

Sumber : http://www.infofotografi.com/

19 Mei 2011

Mengenal lensa standar yang sering dilupakan

Lensa standar adalah lensa sederhana yang dipakai oleh banyak fotografer terkenal di masa lalu dan masa kini. Kenapa lensa standar populer? Ada beberapa alasan utama, salah satunya adalah banyak lensa di optimalkan di jarak fokus 50mm, sehingga kualitas foto di jarak fokus 50mm biasanya lebih tinggi dari jarak fokus lainnya. Lalu pilihan lensa 50mm juga banyak dengan harga yang relatif terjangkau.

nikon-d700-50mm
Nikon D700 dan lensa Nikkor 50mm f/1.4G
Lensa standar memiliki jarak fokus sekitar 40-60mm (ekuivalen dalam format kamera 35mm). Yang paling populer tentunya adalah 50mm.

Di jaman dahulu, tidak banyak pilihan lensa berkualitas tinggi, sehingga banyak fotografer terkenal di masa lalu mengandalkan lensa 50mm untuk pekerjaan mereka. Salah satu pengguna lensa 50mm adalah Henri Cartier-Bresson, bapak fotografer fotojurnalis dan street photography.
Untuk kamera DSLR di pasaran yang mengunakan ukuran sensor yang lebih kecil dari kamera berformat 35mm / full frame, maka untuk memperoleh sudut pandang seperti lensa standar 50mm, bisa dicapai dengan:

Kamera DSLR Canon : 28mm atau 30mm
Kamera DSLR Nikon : 35mm
Kamera DSLR Olympus : 25mm

Lensa 50mm ini cukup banyak tersedia di pasaran, dengan berbagai variasi dan harga yang relatif terjangkau dibandingkan dengan lensa zoom. Biasanya, semakin besar maksimum bukaannya, semakin mahal harganya.

Karakter lensa 50mm

Karakter lensa berjarak fokus 50mm adalah bebas dari distorsi seperti pada lensa lebar atau telefoto. Maka dari itu, sering saya sebut lensa jujur karena apa yang dilihat seperti apa yang ada di foto.
Untuk keperluan foto makro atau close-up, lensa 50mm tidak begitu baik karena rasio perbesaran hanya .15.
Tapi ada juga lensa 50mm yang memiliki fitur makro, sehingga rasio perbesarannya mencapai .5. Contohnya adalah lensa Canon 50mm f/2.5 Macro. Atau alternatif lain adalah mengunakan reversal ring atau extension tube.

Karena konstruksi lensa standar yang jarak fokusnya tunggal yang tidak serumit lensa zoom, maka lensa ini tidak seberat dan sebesar lensa zoom. Akibatnya lebih enak dibawa kemana saja tanpa memberatkan kita.

Penggunaan lensa standar

Meski tidak bisa zoom, lensa standar cocok untuk berbagai fotografi contohnya potret, karena bukaan maksimumnya yang besar, maka mudah membuat latar belakang menjadi kabur. Jarak fokus 50mm juga cukup baik untuk potret di dalam dan di luar ruangan.

Lensa standar juga cocok untuk merekam kehidupan jalanan sehari-hari, fotojurnalisme dan fotografi acara. Hal ini karena lensa standar tidak begitu lebar sehingga orang-orang tidak begitu memperhatikan saat Anda merekam foto.

Karena bukaannya yang biasanya besar, lensa standar juga baik digunakan di kondisi cahaya yang gelap, seperti acara pernikahaan, di dalam café/restoran. Karena kedalaman ruangnya tipis, dalam mengunakan lensa standar dengan bukaan besar, diperlukan auto fokus yang akurat.

Meski cocok untuk banyak jenis fotografi, lensa standar kurang cocok untuk fotografi olahraga  di luar ruangan dan satwa liar karena jarak fokus 40-60mm masih terlalu pendek. Namun untuk foto olahraga indoor seperti bola basket dan bola voli, lensa standar merupakan favorit saya, terutama karena bukaannya yang besar dan auto fokusnya yang bekerja dengan baik.

Terakhir, lensa 50mm cocok untuk pemula untuk belajar, karena lensa ini memaksa pemakainya untuk bergerak mencari komposisi dan sudut pandang yang terbaik.

Sumber :  http://www.infofotografi.com/

18 Mei 2011

10 hal penting yang perlu diketahui tentang lensa

1. Apa itu lensa?

Lensa adalah lubang tempat masuknya cahaya ke kamera. Kita dapat mengendalikan jumlah cahaya yang masuk melalui lensa dengan mengubah nilai bukaan/aperture/diafragma.
Bukaan lensa menentukan ruang tajam. Semakin besar bukaan, ruang tajam semakin tipis sehingga latar belakang menjadi blur. Semakin kecil bukaan, semakin luas ruang tajam, sehingga latar belakang terlihat lebih jelas dan tajam.

2. Lensa zoom dan lensa fix/non-zoom

Ada lensa zoom yang memiliki jarak fokus yang bisa diubah-ubah untuk membesarkan objek foto, tapi ada juga yang memiliki lensa fix. Keunggulan utama lensa fix adalah bukaannya yang besar sehingga mudah membuat latar belakang menjadi blur dan juga piawai di kondisi cahaya yang gelap. Selain itu ukurannya kecil. Namun karena gak bisa zoom, maka fotografer perlu zoom dengan mengunakan kaki, alias berpindah-pindah.

3. Lensa makro dan non-makro

Perbedaan lensa makro dan non-makro terletak pada kemampuannya untuk bisa fokus lebih dekat dari subjek dan perbesarannya. [Baca serba-serbi lensa makro]. Banyak lensa makro yang di desain lebih tajam daripada lensa biasa untuk mengeluarkan detail objek foto.

4. Lensa sapujagat

Titel lensa sapujagat biasanya diberikan untuk lensa yang bisa zoom dari lebar sampai telefoto (jauh) seperti 18-200mm. Lensa ini populer karena kita tidak harus capai-capai mendekati objek foto, tinggal di zoom saja. Tapi masalahnya lensa seperti ini kualitasnya tidak begitu baik, relatif mahal dan cukup berat. Pertimbangkan untuk memiliki beberapa lensa yang lebih khusus (sesuai kebutuhan) daripada satu lensa sapujagat karena gak ada lensa yang sempurna untuk segala kondisi.

5. Zoom bukan sekedar zoom

Setiap jarak fokus lensa (focal length) menghasilkan foto dengan karakteristik sendiri-sendiri. Lensa lebar menghasilkan efek yang seperti tiga dimensi. Lensa standar menghasilkan foto yang sesuai dengan perspektif mata manusia, dan lensa telefoto menghasilkan efek dua dimensi.

6. Kualitas foto yang dihasilkan tergantung lensa

Lensa sangat mempengaruhi hasil foto. Ada lensa yang menghasilkan foto yang tajam sekali, ada juga yang lembut. Ada yang kontras, tapi ada yang tidak. Ada pula yang memiliki bagian out of focus (bagian yang tidak fokus) yang indah, ada juga yang bagian out of focusnya terlihat berantakan. Semua tergantung selera. Untuk menghasilkan foto yang bervariasi, setiap fotografer yang berpengalaman biasanya memiliki lebih dari satu lensa yang dipakai tergantung foto jenis apa yang ingin dicapai.

7. Kualitas optimal lensa biasanya terletak dua stop dari bukaan maksimumnya

Hasil foto pada umumnya tidak terlalu baik bila kita mengunakan bukaan maksimal lensa. Bila kita menutup bukaan sekitar dua f-stop, maka kualitas foto akan lebih baik.
Angka f-stop pada bukaan adalah rasio jarak fokus lensa dengan diameter bukaan. Urutan f-stop pada lensa yaitu f/1.4 – f/2 – f/2.8 – f/4 – f/5.6 – f/8 – f/11 – f/16 – f/22 dan seterusnya. Setiap perubahan dari f/1.4 ke f/2 kita sebut perubahan satu f-stop. Perubahan dari f/1.4 ke f/2.8 kita sebut perubahan dua f-stop.

8. Beda lensa mahal dengan lensa yang murah

Lensa yang murah material casingnya biasanya dari plastik dan tidak begitu tahan banting. Kualitas lensanya sendiri juga bukan dari bahan yang terbaik. Hasil foto agak bervariasi karena kualitas kontrol yang tidak begitu ketat. Hasil foto juga tidak konsisten (tidak selalu baik) di setting bukaan atau jarak fokus yang berbeda-beda.
Sebaliknya, lensa yang berkualitas tinggi menghasilkan foto yang lebih baik dan juga casing lensa yang lebih tahan banting dan sebagian tahan air dan cuaca buruk. Lensa yang mahal dan berkualitas mahal biasanya purna jualnya juga cukup tinggi.

9. Awas filter murah!

Filter murah bisa membuat foto menjadi kurang baik. Meskipun lensa yang dipakai sangat mahal, tapi kalau filter yang dipakai jelek, maka hasilnya akan jelek. Hal ini karena filter merupakan elemen lensa tambahan yang berpengaruh ke hasil foto. Pertimbangkan untuk membeli filter yang baik terutama lensa yang dipakai berkualitas tinggi. Bila tidak, sekalian gak usah pakai filter.

10. Beli lensa yang terbaik semampunya

Dulu saya membeli lensa yang tanggung-tanggung, karena kurang menyukai kinerjanya, akhirnya dijual dan tukar dengan yang kualitasnya lebih baik. Tidak seperti kamera, saya menganjurkan untuk tidak pelit-pelit dalam membeli lensa. Lensa mempengaruhi hasil foto dan harga purna jualnya tidak drop seperti kamera. Beli yang terbaik semampunya (jangan memaksakan diri dengan utang). Karena membeli lensa yang berkualitas biasanya tidak akan menyesal.

Sumber :  http://www.infofotografi.com/

17 Mei 2011

Rekomendasi lensa untuk kamera DSLR Nikon

Karena banyak sekali pertanyaan-pertanyaan ke saya tentang rekomendasi lensa untuk kamera tertentu, maka saya mendedikasikan tulisan ini untuk menjawab pertanyaan saudara-saudara. Harap diingat kalau rekomendasi ini berdasarkan lensa yang tersedia sampai hari ini (Maret 2011) dan harga hanya perkiraan saja dan bisa berubah.
nikon-d3100

Rekomendasi untuk kamera Nikon D3000, D3100, D5000, D60, D40(x)

  • Sigma 10-22mm f/4-5.6 HSM Rp 5.3 juta – Lensa lebar untuk pemandangan, arsitektur, liputan acara.
  • Nikon AF-S 55-200mm f/4-5.6 VR Rp 2.1 juta – Lensa telefoto zoom untuk olahraga, candid, satwa liar, potret.
  • Nikon AF-S 35mm f/1.8 Rp.2.2 juta – Lensa fix standar yang berbukaan besar cocok untuk potret, kondisi yang gelap/kurang cahaya, dan untuk belajar.
  • Nikon AF-S 85mm f/3.5 VR Macro Rp 5.5 juta – Lensa makro buat foto detail produk, serangga, bunga, makanan dan lain-lain
  • Nikon 16-85mm f/3.5-5.6 VR Rp 5.8 juta – Lensa untuk kegiatan sehari-hari yang lebih praktis dan lebih tajam daripada lensa zoom biasa.
Nikon-d7000

Rekomendasi lensa untuk kamera Nikon D7000, D90, D300, D300s

  • Sigma 8-16mm f/4.5-5.6 HSM Rp 6.7 juta – Lensa lebar untuk pemandangan, arsitektur, liputan acara.
  • Nikon AF-S 16-85mm f/3.5-5.6 VR Rp 5.8 juta – Lensa untuk kegiatan sehari-hari yang lebih praktis dan lebih tajam daripada lensa zoom biasa.
  • Sigma 17-50mm f/2.8 OS HSM Rp 6.2 juta – Lensa praktis untuk foto di kondisi cahaya yang gelap dan efektif membuat latar belakang kabur.
  • Nikon AF-S 35mm f/1.8 Rp 2.2 juta – Lensa fix standar yang berbukaan besar cocok untuk potret, kondisi yang gelap/kurang cahaya, dan untuk belajar.
  • Nikon AF-S 70-300mm VR Rp 4.8 juta – Lensa telefoto zoom untuk olahraga, candid, satwa liar, potret.
  • Nikon AF-S 85mm f/3.5 VR Macro Rp 5.5 juta – Lensa makro buat foto detail produk, serangga, bunga, makanan dan lain-lain
nikon-d3s

Rekomendasi lensa untuk kamera Nikon D700, D3, D3s, D3X

  • Nikon AF-S 16-35mm f/4 VR Rp 12.3 juta – Lensa lebar untuk pemandangan, arsitektur, liputan acara.
  • Nikon AF-S 24-70mm f/2.8 Rp. 16.4 juta – Lensa praktis untuk foto di kondisi cahaya yang gelap dan efektif membuat latar belakang kabur.
  • Nikon AF-S 70-200mm f/2.8 VR II Rp. 21.7 juta – Lensa telefoto zoom untuk olahraga, candid, satwa liar, potret.
  • Nikon AF-S 105mm f/2.8 Macro Rp. 7.8 juta – Lensa makro buat foto detail produk, serangga, bunga, makanan dan lain-lain
  • Sigma 85mm f/1.4 HSM Rp. 8 juta – Lensa fix spesialis potret kecantikan atau candid

Sumber : http://www.infofotografi.com/

16 Mei 2011

Rekomendasi lensa untuk kamera DSLR Canon

Karena banyak sekali pertanyaan-pertanyaan ke saya tentang rekomendasi lensa untuk kamera tertentu, maka saya mendedikasikan tulisan ini untuk menjawab pertanyaan saudara-saudara. Harap diingat kalau rekomendasi ini berdasarkan lensa yang tersedia sampai hari ini (Maret 2011) dan harga hanya perkiraan saja dan bisa berubah.
Canon-EOS-550D

Rekomendasi lensa untuk kamera Canon 1000D, 1100D, 450D, 500D, 550D, 600D

  • Canon EF 50mm f/1.8 Rp 700-800rb – Sulit untuk tidak merekomendasikan lensa mungil dan murah ini. Termasuk lensa termurah tapi nilai kualitas yang diberikan sangat baik, terutama untuk foto portrait.
  • Canon EF-S 55-250mm f/4-5.6 IS Rp 2 juta – Lensa telefoto yang terjangkau tapi hasil yang diperoleh cukup lumayan. Biasanya digunakan untuk foto potret, candid, satwa liar dll.
  • Sigma 10-22mm f/4-5.6 HSM Rp 5.3 juta – Lensa lebar untuk foto pemandangan, arsitektur, liputan acara.
  • Sigma 17-50mm f/2.8 OS HSM Rp 6.2 juta – Lensa praktis untuk foto di kondisi cahaya yang gelap dan efektif membuat latar belakang kabur.
  • Canon EF-S 60mm f/2.8 USM Macro Rp 4 juta – Lensa makro buat foto detail produk, serangga, bunga, makanan dan lain-lain
canon7d

Rekomendasi lensa untuk kamera Canon 40D, 50D, 60D, 7D

  • Canon EF-S 10-22mm f/3.5-5.6 Rp 6 juta – Lensa lebar untuk foto pemandangan, arsitektur, liputan acara.
  • Canon EF-S 15-85mm f/3.5-5.6 IS USM Rp 6.5 juta – Lensa untuk kegiatan sehari-hari yang lebih praktis dan lebih tajam daripada lensa zoom biasa.
  • Canon EF-S 17-55mm f/2.8 IS USM Rp 8.7 juta – Lensa praktis serbaguna, mantap di kondisi cahaya yang kurang baik.
  • Canon EF 70-200mm f/4 atau f/2.8 IS Rp 10.4  - 19 juta – Lensa telefoto untuk acara keluarga, potret, satwa liar, candid dsb. Saya menyarankan versi yang ada IS bila dana mencukupi.
  • Canon EF-S 60mm f/2.8 USM Macro Rp 4 juta – Lensa makro buat foto detail produk, serangga, bunga, makanan dan lain-lain
  • Canon EF 85mm f/1.8 USM Rp. 3.2 juta – Lensa ini auto fokusnya sangat cepat dan hasilnya lembut, cocok untuk foto potret kecantikan, candid atau acara olahraga di dalam ruangan seperti bola voli.
canon-1dmarkiv

Rekomendasi lensa untuk kamera Canon 5D mk II, Canon 1D dan 1Ds series

  • Canon EF 16-35mm f/2.8 Rp 13.4 juta – Lensa lebar untuk foto pemandangan, arsitektur, liputan acara.
  • Canon EF  24-70mm f/2.8 Rp 12 juta – Lensa praktis untuk foto di kondisi cahaya yang gelap dan efektif membuat latar belakang kabur.
  • Canon EF 70-200mm f/2.8 IS Rp 19 juta – Lensa telefoto untuk acara keluarga, potret, satwa liar, candid dsb.
  • Canon EF 50mm f/1.2 – Rp 13.3 juta Lensa berbukaan sangat besar ini baik untuk potret kecantikan dan kondisi cahaya yang sangat gelap
  • Sigma 85mm f/1.4 HSM Rp 8 juta – Lensa fix spesialis potret kecantikan atau candid
  • Canon EF 100mm f/2.8 L IS USM Macro Rp 7.3 juta – Lensa makro buat foto detail produk, serangga, bunga, makanan dan lain-lain
Sumber : http://www.infofotografi.com/

15 Mei 2011

Panduan membeli kamera saku / kompak

Ingin membeli kamera saku  tapi bingung memilih? Anda bukan sendiri karena banyak sekali orang-orang yang bingung apa yang sebenarnya perlu diperhatikan sebelum membeli kamera saku. Nah, apa saja fitur yang menurut saya penting?

1. Lensa: Baik di digital SLR atau kamera saku, kualitas lensa sangat menentukan kualitas foto. Saya sendiri sangat menyukai lensa lebar, terutama lensa yang berukuran kurang lebih 24mm, karena lensa lebar ini sangat baik untuk foto pemandangan, foto gedung, atau foto di dalam ruangan. Lensa yang memiliki image stabilization (IS) juga sangat membantu untuk foto di kondisi cahaya yang gelap.





Dengan lensa lebar yaitu 28mm, saya bisa mengambil foto gedung tinggi dengan mudah
Dengan lensa lebar yaitu 28mm, saya bisa mengambil foto gedung tinggi dengan mudah


2. Interface kamera: Yang dimaksud adalah bagaimana susunan tombol-tombol dan menu. Apakah tombol-tombol di susun sedemikian rupa sehingga memudahkan pengambilan kamera? dan apakah menu kamera mudah dimengerti dan disusun secara logis? Hal ini penting diperiksa karena sangat mempengaruhi keasyikan dan kecepatan pengambilan foto.

3. Kualitas badan kamera: Banyak kamera yang kualitas casingnya terbuat dari plastik yang sangat tipis, sehingga mudah tergores atau bonyok. Saya sarankan untuk menghindari badan kamera yang terlalu rapuh, terutama bila Anda adalah orang yang cukup selebor.

4. Kontrol manual eksposur: Fitur ini penting apabila Anda ingin belajar prinsip dasar fotografi dan ingin membuat foto-foto kreatif.

5. Terakhir adalah kualitas layar LCD. Kualitas LCD penting karena dalam kamera saku, Anda akan mengunakan layar LCD untuk mengkomposisikan foto, dan juga untuk memeriksa foto apakah foto yang diambil baik atau tidak.

Lalu fitur apa yang menurut saya tidak begitu penting tapi sering dipikir penting?

1. Megapiksel: Asalkan kamera digital Anda memiliki kemampuan merekam foto enam megapixel atau lebih, itu sudah cukup untuk mencetak ukuran poster. Jadi tidak perlu memfokuskan pilihan pada kamera yang memiliki ukuran megapixel terbesar.

2.  Panjang zoom: Ada kamera yang bisa zoom sampai 30x, tapi menurut saya antara 5 sampai 10 kali sudah cukup baik. Saya sendiri menyukai kamera dengan lensa yang tidak bisa zoom, saya merasa dengan mengunakan kamera tersebut saya bisa lebih berhati-hati dalam mengambil gambar dan memaksa saya untuk bergerak mencari sudut pandang terbaik.

3. Proses foto di dalam kamera: Seperti kroping gambar, proses efek-efek tertentu, tidak penting dan tidak dianjurkan karena proses tersebut menghabiskan baterai dengan waktu cepat dan juga tidak sebaik bila kita mengunakan komputer.

4. Beberapa fitur tambahan seperti deteksi wajah, anti kedip, gps, rekam video dan lain-lain tidak penting tapi biasanya sudah di bundel di kamera saku yang tersedia di pasaran.
Demikian panduan singkat saya dalam memilih kamera saku / kompak. Semoga membantu

Sumber :  http://www.infofotografi.com/

14 Mei 2011

Perbedaan kamera full frame dengan crop sensor

Beberapa waktu yang lalu ada yang bertanya tentang beda kamera digital full frame dengan kamera digital crop frame (biasa). Maka dari itu mari kita bahas secara mendalam dan mudah-mudahan lengkap.
Kamera full frame berukuran sensor lebih besar dari kamera SLR crop, berapa bedanya? Luas penampang kamera full frame adalah 864 mm2 dibandingkan dengan kamera crop sensor Canon: 329 mm2, Nikon, Sony, Pentax : 370 mm2 dan Olympus: 225 mm2
Canon EOS 5D mark II dan 7D, bentuk fisik hampir sama, tapi isi dan teknologi jauh berbeda
Canon EOS 5D mark II dan 7D, bentuk fisik hampir sama, tapi isi dan teknologi jauh berbeda
Dampak perbedaan ukuran inilah yang menjadi sumber perbedaan-perbedaan dibawah ini:

1. Kualitas foto

Kamera bersensor berukuran besar lebih baik terutama di ISO tinggi (foto di tempat yang gelap). Untuk ketajaman foto, ini tergantung juga dengan lensa yang dipakai. Kalau lensa yang dipakai jelek, maka kualitas foto di kamera bersensor besar malah bisa lebih buruk.

2. Jangkauan fokal lensa

Bila kita mengunakan lensa yang sama dan kita pasang di kamera full frame dan satunya lagi kamera crop frame, maka ada perbedaan jangkauan fokal lensa. Di kamera full frame, foto akan terlihat lebih lebar, sedangkan di kamera crop frame, lebih sempit. Hal ini dikarenakan kamera crop frame otomatis mengkrop foto yang diambil.

Tiap merek kamera memiliki rasio yang agak berbeda dengan yang lain. Contoh Canon 1.6, Nikon, Pentax dan Sony 1.5, Olympus 2. Artinya bila lensa 100mm di pasang di kamera crop Canon, maka akan keliatan seperti 160mm di kamera full frame.
Efek ini tentunya disukai oleh fotografer olahraga atau satwa liar, karena dengan lensa 300mm misalnya, dengan mengunakan kamera crop, jangkauannya seperti 480mm.

3. Tidak semua lensa cocok dipasang buat kamera full frame

Ini yang penting bagi yang mempertimbangkan untuk membeli kamera full frame. Gak semua lensa kompatibel, ini dikarenakan banyak produsen lensa membuat lensa yang berukuran lebih kecil dan di optimalkan untuk kamera crop. Sebaliknya, semua lensa yang bisa dipakai di kamera full frame, bisa dipakai di kamera crop frame.
Contoh lensa yang tidak kompatibel antara lain Canon EF-S, Nikon DX, Tamron Dii, Sigma DC

4. Depth of field atau kedalaman fokus

Karena ukuran sensor lebih besar, makin tipis kedalaman fokus dibandingkan dengan kamera crop. Contoh, lensa dengan bukaan f/1.4 bila digunakan di full frame seperti lensa f/1 (Di dapat dari 1.4 dibagi crop faktor kamera misalnya 1.5 untuk kamera Nikon) bila dipakai di kamera crop sensor.

5. Lebih rentan blur*

Saya pernah baca artikel yang mengatakan bahwa kamera bersensor besar sedikit lebih rentan blur bila kamera goyang. Ini mungkin ada benarnya. Akibatnya, kita perlu menaikkan shutter speed lebih tinggi untuk mengkompensasikannya.

6. Harga

Karena untuk membuat sensor berukuran besar mahal, dan tidak diproduksi se-massal sensor crop, maka kamera full frame juga lebih mahal banyak daripada kamera crop. Kamera baru setidaknya berharga 20-30 juta. Ada juga yang mencapai 70 juta, sedangkan kamera crop baru bisa dibeli dengan harga mulai dari sekitar 4 – 5 jutaan.

Demikian perbedaan-perbedaan utama kamera full frame dan non-full frame. Tentunya kita bisa menemukan perbedaan-perbedaan lain seperti perbedaan fitur dan teknologi yang dipakai. Kadang teknologi yang dipakai di kamera crop frame lebih canggih daripada kamera full frame, contohnya Canon 7D dan Canon 5D mark II. Untuk menentukan kamera yang paling cocok untuk Anda, tentunya harus memahami perbedaan tersebut sehingga tidak membuang duit sia-sia.

Contoh kamera full frame: Canon 5D mark II, Nikon D700, Nikon D3, Sony A900.
Contoh kamera crop sensor: Canon 350D – 550D, Canon 40D, 50D, 7D, Nikon D3000, D5000, D90, Pentax kx, k20d, Olympus E-3, E-620, Sony A200 – A700 dan lain lain.

*belum ada riset yang pasti.

13 Mei 2011

Beda kamera canggih dengan pemula

Kamera yang canggih biasanya memiliki kualitas badan kamera yang lebih tahan banting karena sebagian besar terbuat dari logam, sedangkan kamera pemula biasanya terbuat dari plastik sehingga lebih ringan dan kecil.

Kamera yang canggih juga memiliki kecepatan tembak yang lebih cepat. Misalnya, bisa menembak lima sampai delapan foto per detik dibandingkan kamera pemula yang biasanya hanya bisa menembak sekitar tiga foto per detik.

Top LCD screen on top of Nikon D90
Top LCD screen on top of Nikon D90

Kamera canggih biasanya juga memiliki dua layar LCD, satu di belakang dan satu diatas. Fungsi layar LCD yaitu memudahkan kita untuk melihat setting-setting utama kamera, terutama di bawah sinar matahari.
Lalu, kamera canggih memiliki jendela bidik yang lebih besar dan lebih jelas sehingga lebih memudahkan komposisi dan manual fokus.

Apakah kamera canggih selalu lebih baik daripada kamera pemula?

Meski kamera canggih biasanya lebih baik dari kamera pemula. Kadangkala, kamera pemula merupakan pilihan yang lebih baik bila kamera canggih terlalu berat dan mengambil banyak tempat untuk perjalanan jauh. Atau Anda baru belajar fotografi sehingga kamera canggih mungkin dapat membingungkan Anda.
Kadang kala, ada kamera canggih harganya lebih murah dari kamera pemula, misalnya Canon 40D termasuk kamera canggih, tapi lebih murah daripada Canon 550D karena Canon 40D adalah kamera keluaran beberapa tahun yang lalu.

Sumber : http://www.infofotografi.com/

11 Mei 2011

Tipe kamera digital SLR

Kamera digital SLR memang tidak sebanyak model kamera saku, merek yang beredar juga bisa dihitung dengan jari. Tapi jumlah kamera dSLR cukup banyak untuk memusingkan pembeli. Artikel ini mencoba untuk memberikan pengertian tentang tipe tipe kamera dSLR berdasarkan target audiens yang ada di pasaran saat ini. Dalam artikel ini saya akan mengunakan generalisasi sehingga ada beberapa pengecualian.

Kamera pemula Canon ini sangat populer dalam 5 tahun terakhir
Kamera pemula Canon ini sangat populer dalam 5 tahun terakhir
Kamera dSLR untuk pemula
Kamera ini ditujukan untuk pembeli kamera dSLR pertama, baik pengguna kamera saku atau belum pernah memiliki kamera digital. Dibanding kamera yang lebih mutakhir, kamera ini didesain supaya “user-friendly” atau mudah digunakan. Badan kamera pun biasanya ringan dan kecil relatif dengan kamera dSLR lainnya. Selain itu tersedia pula banyak otomatis “preset scene mode”  sehingga pengguna yang tidak mengetahui dasar fotografi bisa dengan mudah mengambil foto sesuai dengan kondisi yang ada. Misalnya bila foto di malam hari, tinggal mengunakan night scene. Harga juga membedakan kamera pemula dengan kamera lainnya. Kamera pemula tentunya cenderung lebih murah daripada kamera yang lebih canggih.
Contoh: Canon 450D, Nikon D60, Olympus E-450, Sony A230, Pentax k-m
Kamera kelas menengah
Kamera ini ditujukan untuk orang yang memiliki hobi dalam fotografi dan setidaknya menguasai dasar-dasar fotografi. Ciri-ciri kamera ini adalah berukuran lebih besar dan konstruksi badan kamera lebih baik dari kamera pemula. Scenes mode seperti yang terdapat dalam kamera pemula biasanya tidak ada lagi. Banyak juga tombol tombol khusus untuk mempermudah dan mempercepat setting kamera.
Contoh: Nikon D90, Sony A380, Pentax k200d, Olympus E-30, Olympus E-620
Kamera untuk merekam video
Kamera ini dirancang untuk memiliki fitur untuk merekam video, meski belum banyak, namun kamera semacam ini akan muncul dari kamera pemula sampai kamera pro.
Contoh: Canon 5D mark II, Panasonic GH1, Canon T1i, Nikon D5000
Kamera Pro untuk Sports dan fotojurnalistik
Kamera ini dirancang untuk bisa mengambil gambar dengan kecepatan tinggi, setidaknya dapat mengambil gambar lima sampai sepuluh gambar per detik. Biasanya ukuran dan berat kamera dua kali lipat lebih besar daripada kamera. pemula. Kamera tipe ini pada umumnya memiliki kemampuan untuk meredam noise pada ISO tinggi. Sehingga foto yang diambil di saat gelap tetap memiliki kualitas yang baik. Maka dari itu kamera ini juga ideal untuk wartawan foto. Kualitas bodi kamera juga sangat baik, tahan banting dan cuaca. Harganya berkisar antara $1200 sampai $4500.
Contoh: Nikon D3, Nikon D300, Canon 50D, Canon 1D mark III, Sony A700
Kamera Pro Studio
Kamera ini dipakai untuk profesional yang menghendaki resolusi foto yang besar dengan kualitas gambar yang terbaik. Sama dengan kamera pro untuk sports, kamera ini memiliki badan yang cukup besar tapi sangat tangguh. Harga mulai dari $3000 sampai $7000
Contoh: Nikon D3X, Canon 5D mark II, Sony A900, Canon 1Ds mark II

Tipe Kamera

Merek Pemula Menengah Video Sports Studio
Canon 1000D 450D 50D 500D 5D mkii 1d mkiii 1ds mkiii
Nikon D60 D90 D90 D5000 D3 / D300 D3X
Sony A230 A330 / A380 --- A700 A900
Pentax K1000 K200D K20D / K7 K7 K7 ---
Olympus E-450 E-520 E-620 E-30 --- E-3 ---
Olympus m43 E-P1 --- E-P1 --- ---
Panasonic G1 --- GH1 --- --- 


Sekian tipe-tipe kamera yang ada di pasaran dan semoga membantu Anda menentukan kamera yang cocok.

Sumber : http://www.infofotografi.com/

10 Mei 2011

Memilih merek kamera digital SLR

Tidak seperti membeli barang elektronik lainnya, seperti kamera saku, membeli kamera digital SLR memerlukan pertimbangan ekstra. Sebabnya karena membeli kamera dSLR seperti membeli sistem bukan hanya badan kamera. Sistem ini termasuk kamera, lensa, flash dan aksesoris lainnya.
Karena membeli sebuah sistem, maka bila Anda ingin pindah sistem, Anda akan menemui kendala kompatibilitas dan  biaya. Misalnya, bila Anda memiliki kamera merek Canon, dan ingin pindah ke Nikon, lensa Canon Anda tidak bisa digunakan di kamera Nikon (kecuali memakai adapter khusus. Alhasil, Anda harus menjual sistem Canon sebelum membeli sistem Nikon.
Selain itu, Anda harus belajar lagi mengunakan kamera Nikon karena tiap merek memiliki filosofi desain yang berbeda. Hal-hal tersebut membuat Anda harus berhati-hati dalam memilih sistem kamera DSLR.

Canon EOS

Canon EOS adalah sistem DSLR yang komplit. Canon memiliki lensa dan kamera berbagai jenis untuk berbagai kebutuhan dari yang hobi fotografi ataupun untuk profesional. Harga kamera juga bervariasi dari sekitar $500 sampai $7000. Sampai saat ini, Canon memiliki koleksi lensa terlengkap dan tercanggih di dunia. Canon berbagi market share dengan Nikon sebesar kurang lebih 38% masing-masing.

Nikon

Nikon memiliki sejarah yang kuat di era kamera film tetapi saat revolusi kamera digital, Nikon agak terlambat dibanding Canon. Canon terlebih dahulu meluncurkan kamera full frame (kamera dengan ukuran sensor seperti ukuran pada kamera film). Tapi dalam tiga tahun terakhir, Nikon berhasil mengejar ketinggalan dengan meluncurkan kamera digital full frame dimulai dari Nikon D3, D700 dan D3X. Nikon juga berhasil mendesain lensa dengan harga murah tapi berkinerja tinggi. Tapi untuk lensa profesional, rata-rata lensa Nikon lebih mahal dari lensa Canon.

Sony

Pendatang baru di dunia DSLR ini menguasai keahlian Konica & Minolta dalam membuat kamera dan optik. Sebagai pendatang baru, Sony sangat ambisius. Selain membeli Konica Minolta, Sony juga bekerjasama dengan perusahaan pembuat lensa ternama, Carl Zeiss. Saat ini kamera digital SLR Sony bisa dibilang agak terbelakang daripada kamera Nikon dan Canon, tapi Sony memiliki kamera full frame yang sangat diminati fotografer profesional dan amatir. Selain itu, Sony dengan gencar meluncurkan lensa-lensa canggihnya untuk berkompetisi dengan Canon dan Nikon. Saat banyak kamera dSLR memiliki fitur video recording, Sony belum memiliki kamera semacam itu, tapi dikabarkan Sony sedang membuat sebuah kamera yang mengintegrasikan video dan kamera lebih baik daripada merek lain.

Olympus

Saat ini Olympus memiliki dua sistem, pertama yaitu kamera digital SLR four thirds (4/3) yang kedua adalah kamera micro four thirds (4/3). Perbedaan kedua sistem ini adalah, micro four thirds tidak memiliki cermin atau prisma layaknya SLR, tetapi memiliki karakteristik lain yang dimiliki kamera DSLR yaitu sensor berukuran relatif besar dan dapat menukar lensa. Sistem micro four thirds lagi “in” sekarang karena ukurannya yang relatif kecil dibandingkan kamera DSLR biasa.
Yang perlu diperhatikan mengenai sistem 4/3 ini adalah rasio ukuran foto. Lain dengan sistem konvensional, foto yang dihasilkan Olympus berasio 4:3 bukan 3:2, sehingga foto terlihat lebih bujur sangkar daripada persegi panjang.

Panasonic

Panasonic bergabung dengan Olympus dalam konsorsoium 4/3. Beberapa kamera Panasonic seperti L1, kurang sukses di pasar, tapi ketika Panasonic membuat kamera micro 4/3, pasar menjadi bergairah kembali, terutama peluncuran Panasonic G1 dan GH1 beserta lensa-lensa baru berukuran kecil dan ringan.

Pentax

Pentax adalah salah satu perusahaan yang terkenal dalam era kamera film / analog, yang dalam transisinya ke digital sempat mengalami krisis sehingga dibeli oleh perusahaan Hoya. Saat pertama kali menggebrak dunia digital, Pentax terkenal sebagai perusahaan yang inovatif dengan peluncuran Pentax k10D yang memiliki teknologi built-in shake reduction, dan weather sealing dengan harga terjangkau. Pentax juga mengembangkan lensa yang dioptimalkan untuk kamera digital SLR yang memiliki harga relatif cukup murah.
Sayangnya Pentax tidak memiliki dan belum berencana mengeluarkan kamera digital full frame (yang sangat ditunggu-tunggu pemakai kamera film tradisional), dan juga koleksi kamera dan lensanya tidak selengkap dan secanggih Canon atau Nikon.

Samsung

Samsung memulai bisnis SLR sejak bekerjasama dengan Pentax untuk pembuatan komponen elektronik dari kamera, selanjutnya, Samsung juga berambisi untuk menguasai bisnis kamera saku, video camera dan dslr. Samsung bekerjasama dengan Scneider dan Pentax dalam pembuatan lensa. Saat ini, Samsung akan meluncurkan sistem baru seperti sistem micro four-thirds yang akan dinamakan Samsung NX.

Fujifilm

Fujifilm pernah berkolaborasi dengan Nikon dan meluncurkan beberapa kamera SLR. Fuji mengunakan sensor buatan sendiri yang pada saat itu termasuk yang disegani karena memiliki dynamic range yang tinggi. Kemampuan ini membuat kamera dSLR Fuji menjadi terkenal dikalangan fotografer pernikahan.
Tapi seiring waktu berjalan, kamera dSLR lain pun telah memiliki kemampuan atau melebihi kekuatan kamera Fuji, sehingga Fuji memutuskan untuk tidak meneruskan untuk merilis kamera dSLR lain. Meskipun demikian, Fuji tetap aktif di dunia digital SLR sebagai pembuat sensor dan komponen lainnya.

Sumber : http://www.infofotografi.com/

9 Mei 2011

Fitur kamera apa yang penting?

Banyak produsen menjejalkan banyak fitur dalam kamera DLSR dan kompak kamera. Mereka melakukan itu untuk mengatasi pesaing dan bagian dari itu untuk tujuan pemasaran. Memang ada beberapa fitur yang penting, ada juga yang tidak berguna seperti yang kita pikir. Saya akan membahas yang fitur yang penting bagi Anda untuk dipertimbangkan sebelum Anda membeli kamera Anda.

Ukuran sensor (bukan resolusi gambar)

Banyak orang awam mengira semakin tinggi megapixel sebuat kamera, maka akan semakin baik kualitas fotonya. Tapi sebenarnya anggapan itu salah. Kualitas gambar lebih terkait pada ukuran sensor. Semakin besar sensor, semakin tinggi kualitas foto. Misalnya, kamera saku lebih baik daripada kamera ponsel tapi tidak lebih baik dari kamera digital SLR.
Untuk mencetak 5X7 “foto atau lebih kecil, 3 megapiksel gambar cukup memadai, jika Anda perlu untuk mencetak 8X10, 6 megapiksel cukup baik.
Resolusi terlalu tinggi, juga bisa membuat gambar yang Anda ambil menjadi mudah menjadi kabur/blur. Untuk itu diperlukan setting kecepatan rana (shutter speed) sebagai kompensasi. [Baca: Supaya foto tidak blur]
Jadi, sementara lebih megapiksel yang baik, tapi terlalu banyak megapiksel di sensor ukuran yang sama bisa menjadi masalah. Kualitas gambar akan memburuk (karena adanya bintik2 atau disebut juga noise) ketika Anda tembak di setting ISO tinggi.
Kepentingan: 10 / 10

Layar LCD (hi-res, putar)

Layar LCD lebih besar biasanya lebih baik. Hi resolusi (460k atau 920k) adalah lebih baik daripada 230k (standard). Beberapa kamera memiliki layar LCD putar. Layar semacam ini sangat membantu terutama jika Anda mengkomposisikan gambar menggunakan layar LCD bukan jendela bidik. Tapi saya tidak antusias karena biasanya ukuran layar menjadi lebih kecil baik bentuk dan resolusi.
Layar kamera DSLR yang hanya 230k, sulit untuk memeriksa apakah gambar Anda dalam fokus / kabur atau tidak di layar. Dengan 910k, itu lebih jelas tapi tetap bukan cara terbaik untuk memeriksa gambar.
Pentingnya, kepentingan: 5/1o

Pengambilan gambar secara terus menerus

Fitur ini penting jika Anda mengambil foto olahraga, performa atau satwa liar. Saya rekomendasikan untuk mendapatkan kamera yang dapat mengambil gambar minimal 5 fps (gambar per detik). Hal ini juga berguna untuk merekam satwa liar. Untuk masih fotografer, potret dan pemandangan, ini mungkin tidak begitu penting. 2,5-4  fps mungkin cukup baik.
Kepentingan: 8 / 10 untuk fotografer olahraga, wartawan foto atau satwa liar, 3 / 10 untuk fotografer lainnya.

Sistem Auto Focus (jumlah poin dan pelacakan)

Seperti kecepatan pengambilan gambar terus menerus cepat, sistem fokus otomatis sangat penting dalam fotografi olahraga, satwa liar atau foto tugas jurnalistik.
Kepentingan: 9 / 10 untuk wartawan foto, fotografer olahraga dan satwa liar 5 / 10 untuk fotografer lainnya.

Bodi kamera: kualitas dibangun / penanganan / ergonomis / ukuran

Ini adalah aspek yang paling penting Anda ingin memeriksa dan berpikir dengan hati-hati ketika membeli kamera apakah digital SLR atau kamera kompak. Sebagai contoh, jika Anda sering shooting di kondisi lingkungan yang keras, Anda mungkin ingin cuaca segel / kamera tahan air. Di sisi lain, jika Anda bepergian, Anda mungkin ingin sistem kamera yang ringan dan mudah digunakan.
Ergonomis juga sangat penting faktor elemen kunci dalam menentukan kamera terbaik. Setiap orang memiliki tangan yang berbeda ukuran dan bentuk. Jadi, sementara kamera yang mungkin cocok dengan tangan teman baik, mungkin tidak cocok tangan Anda dengan baik. Cara terbaik adalah untuk mencoba kamera sebelum Anda membelinya.
Kepentingan: 9 / 10

Built-in image stabilization

Built in camera image stabilization ini cukup penting karena banyak lensa tidak memiliki image stabilization, terutama perdana / tetap panjang fokus lensa. Walaupun telah banyak lensa lensa berbasis image stabilization yang memungkinkan Anda untuk melihat efek stabilisasi dalam jendela bidik, banyak dari lensa IS tidak murah.
Kepentingan: 6 / 10

Jendela Bidik

Banyak orang mungkin mengabaikan jendela bidik. Berdasarkan pengalaman saya, jendela bidik (kualitas dan ukuran) adalah sangat penting. Umumnya ada dua jenis jendela bidik, penta prisma dan cermin. Jendela bidik cermin biasanya digunakan dalam pemula / entry level kamera DSLR, dan penta prisma biasanya digunakan dalam kamera yang lebih canggih. Jendela bidik penta prisma jauh lebih terang dan lebih besar dari jendela bidik cermin.
Anda juga perlu memeriksa ukuran jendela bidik dan pembesaran. Beberapa kamera DSLR memiliki jendela bidik yang sangat kecil yang sulit untuk melihat. Ketika Anda melihat jendela bidik, kelihatannya seperti sebuah terowongan.
Jendela bidik penting untuk kamera digital SLR karena Anda akan mengkomposisikan gambar Anda menggunakan jendela kecil ini. Untuk pengguna kamera saku, mungkin tidak relevan karena Anda akan menggunakan kembali layar LCD sebagai gantinya.
Kepentingan: 7 / 10

Live view dan Movie Mode di kamera DSLR

Pada tahun 2008, sebagian besar kamera sudah memiliki live view mode, yang memungkinkan Anda untuk menyusun dan fokus menggunakan layar LCD bukan viewfinder. Live view mode ini sangat membantu dalam beberapa jenis fotografi seperti still life dan close up. Tapi untuk penggunaan umum, dengan menggunakan jendela bidik jauh lebih baik karena Anda melihat frame secara langsung melalui lensa dan fokus otomatis kecepatan 4-5 kali lebih cepat.
Kepentingan: Umum: 3 / 10, fotografer Makro: 8 / 10
Ada juga banyak kamera DSLR yang memiliki modus video. Kamera ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan camcorder biasa. Jika Anda seniman multimedia, Anda mungkin menyukai kamera yang memiliki modus video, tetapi jangan mengharapkan operasi dan merekam video pada kamera DSLR akan mudah. Banyak fitur video di kamera dSLR masih sangat primitif terutama auto fokusnya, dan hanya satu atau dua yang memiliki pilihan kendali eksposur secara manual.
Kepentingan: Untuk fotografer umum: 2 / 10, Untuk seniman multimedia : 8 / 10, Untuk wartawan: 7 / 10

Pengolahan foto dalam kamera

Beberapa kamera DSLR kamera menawarkan beberapa dalam pengolahan foto seperti seni di Olympus, efek miniatur di D3000 Nikon, Auto HDR (High Dynamic Range) di Pentax dan Sony yang bisa menggabungkan beberapa gambar menjadi suatu gambar panorama di kamera saku. Ini adalah pilihan yang baik untuk memiliki untuk pemula yang ingin membuat foto kreatif tanpa harus memiliki pengetahuan tentang editing gambar di komputer. Tetapi bagi kebanyakan fotografer, ini berlebihan. Kebanyakan pengolahan foto di kamera memerlukan waktu proses yang lambat (sekitar 5-10 detik) untuk memproses satu foto dan juga cukup menguras baterai.
Kepentingan: 2 / 10

Sumber : http://www.infofotografi.com/

8 Mei 2011

Memilih kamera digital: Canon atau Nikon?

Banyak orang menanyakan kepada saya, beli kamera digital SLR mana yang baik, merek Canon atau Nikon. Kadang-kadang saya juga menerima pertanyaan tentang merek lain. Tapi kali ini saya akan mengupas secara singkat perbedaan antara Canon dan Nikon. Mudah-mudahan setelah membaca ini, semua menjadi lebih jelas. Kamera DSLR yang dibahas dibawah ini adalah kamera yang beredar tahun 2009.

Kamera DSLR pemula

nikon-d3000Di bagian pemula, Canon memiliki kamera seri 1000D, 450D dan 500D.   Kamera-kamera ini relatif ringan dan kecil. Tidak seperti kamera DSLR Sony, Pentax dan Olympus, kamera Canon dan Nikon tidak memiliki built-in image stabilization, tapi mereka mengunakan teknologi image stabilization di lensa. ada beberapa akibat yang ditimbulkan, misalnya kalau Anda beli lensa lama terutama lensa fixed (yang tidak bisa zoom), Anda tidak bisa menikmati fasilitas ini. Kelebihan kamera-kamera Canon adalah fitur yang lengkap dan juga kompatibilitas ke semua lensa Canon EOS dari yang murah sampai mahal.
Di sisi lain, Nikon memiliki D40, D60, D3000, dan D5000. Kamera-kamera ini tidak memiliki motor auto fokus, jadi bila Anda memakai lensa-lensa lama yang tidak ada motor fokusnya termasuk banyak lensa fixed, maka Anda terpaksa mengunakan manual fokus. Ini bukan masalah besar bila Anda tidak berniat membeli lensa tambahan atau cuma berniat membeli lensa baru yang ada motor fokusnya. Nikon D40, D60, D3000 tidak memiliki live view seperti kamera-kamera Canon, tapi ergonomi kamera-kamera Nikon saya rasa lebih baik (lebih pas ditangan). Khusus untuk Nikon D5000, kamera ini memiliki LCD yang bisa diputar dan mampu merekam video seperti Canon 500D.

Kamera DSLR tingkat menengah atas

canon-7dDi bagian kamera DSLR menengah ke atas, kamera Canon terkenal atas kualitas konstruksi badan kamera yang kokoh dan terbuat dari magnesium alloy. Kamera ini juga lebih tahan cuaca dan debu tapi tidak teruji saat hujan deras. Selain itu, kamera Canon seperti EOS 40D, 50D bisa menembak 6-6.5 kali per detik. Canon 7D yang baru bisa menembak 8 kali per detik. Kualitas gambar juga baik, walaupun ini tergantung dari lensa juga. Canon 40D hanya memiliki 10 mp, 50D memiliki 15 mp dan 7D memiliki 18 mp.
Di sisi lain, Keunggulan semua kamera Nikon di kelas ini terletak pada fitur wireless flash commander sehingga Anda bisa mengatur kekuatan flash dan menembak flash secara wireless. Meski sangat dasar dan tidak bisa bekerja di segala situasi, tapi ini sangat membantu terutama untuk foto potret.  Canon 7D juga memiliki fitur ini, tapi Canon 40D-50D tidak ada.  Nikon  juga memiliki keunggulan di ergonomi, kontrol kamera, dan sistem 51 auto fokusnya sudah terbukti jitu terutama mengikuti subjek. Filosofi Nikon agak berbeda dengan Canon, Nikon tetap bertahan mengunakan sensor 12 mp untuk semua kamera di kelas ini, tapi Nikon lebih memfokuskan pada kontrol noise (bintik2 pada gambar yang muncul di setting ISO yang tinggi).

Kamera DSLR kelas profesional

Kamera DSLR di kelas ini sangat mahal, ditandai dengan harga $2450 sampai $9900. Sensor kamera kelas ini lebih besar daripada kamera-kamera yang dibahas diatas, sehingga kualitas gambar meningkat.
Di kelas ini, terdapat dua jenis kamera, kamera jenis pertama berbadan kecil, seperti kamera kelas menengah.
Nikon memiliki Nikon D700, kamera ini terkenal karena kemampuannya menghasilkan gambar yang bersih dan terang di tempat yang gelap karena kemampuannya menekan noise di ISO tinggi. Kamera ini bisa menembak 5 kali per detik, dan bila dipakaikan battery grip, maka kamera ini bisa menembak sampai 8 kali per detik. Kekurangan kamera ini yaitu hanya beresolusi 12 megapiksel dan juga tidak bisa merekam video. Karakteristik inilah yang membuat Nikon D700 lebih diminati oleh para fotojurnalis dan fotografer olahraga. Disisi lain, Canon memiliki 5D mark II. Kamera ini beresolusi tinggi (21 mp) dan mampu merekam video. Namun ketepatan dan kecepatan auto fokusnya tidak sebaik Nikon D700.
canon-eos-1d-mark-iv-frontKamera profesional tingkat atas terbagi dua jenis (kamera ini ditandai dengan badan kamera yang besar dan bergabung dengan battery grip) - Lihat gambar disamping kanan.
Pertama di desain dengan penekanan kepada kecepatan, yang kedua untuk resolusi dan kualitas gambar. Di jenis pertama, Canon baru mengeluarkan Canon 1d mark IV, kamera super kencang ini bisa menembak 10 kali / detik, dan bisa merekam video. Nikon juga baru mengeluarkan Nikon D3s, yang bisa menembak 9-11 kali / detik dan juga bisa merekam video. Perbedaaan utama kamera tersebut ada dua. Canon 1d mark IV memiliki sensor lebih kecil, tapi memiliki jangkauan 1.3 lebih panjang, uniknya, Canon 1d mark IV memiliki resolusi gambar lebih besar yaitu 16 mp dibanding Nikon 12 mp. Akibatnya, Nikon D3s memiliki kontrol noise yang sangat baik di ISO tinggi. Keunggulan lain kamera Canon yaitu bisa mengatur nilai-nilai eksposur waktu merekam video. Kamera jenis ini banyak dipakai fotojurnalis atau fotografer olahraga.
Kamera profesional jenis kedua menekankan pada resolusi dan kualitas gambar. Kamera-kamera ini (Canon 1ds-mark III dan Nikon D3x) sangat mahal tapi  hasil gambarnya terbaik untuk kelas DSLR. Kamera-kamera ini cocok untuk studio seperti fashion, komersial, potret, produk dan sebagainya.

Kesimpulan

Kamera pemula Canon memiliki fitur yang lebih lengkap dari kamera Nikon. Kamera Canon juga sepenuhnya kompatibel dengan lensa-lensa Canon EOS. Tetapi, kamera pemula Nikon memiliki ergonomi yang lebih baik, jadi lebih pas ditangan. Di kelas menengah ke atas, Canon memiliki strategi untuk meningkatkan resolusi gambar, sedangkan Nikon lebih condong untuk meningkatkan kualitas gambar di ISO tinggi (baik untuk foto di situasi yang gelap). Kamera terbaru masing2, Nikon D300s dan Canon 7D bersaing cukup ketat dan sama-sama berkinerja dan berfitur cukup lengkap. Di kelas profesional, kamera Canon lebih cocok untuk foto studio, sedangkan kamera Nikon lebih cocok untuk foto olahraga, dan fotojurnalis.

Sumber : http://www.infofotografi.com/

7 Mei 2011

Keunggulan dan kelemahan sistem kamera DSLR : Canon, Nikon, Sony, Pentax dan Olympus

Banyak yang menanyakan apa keunggulan dan kelemahan suatu sistem kamera DSLR. Pada umumnya, semua kamera DSLR hampir sama: memiliki sensor berukuran besar lebih besar dari kamera saku/ponsel, memiliki fungsi manual dan otomatis. Yang membedakan biasanya adalah desain, fitur dan koleksi lensa dan aksesorisnya.
Sulit mengatakan sistem mana yang terbaik karena masing-masing punya keunggulan dan kelemahan. Selain itu juga tiap model berbeda-beda dan punya keunggulan-kelemahan sendiri pula.
Menurut pengamatan saya selama dua tiga terakhir ini, saya akan ulas secara singkat beberapa keunikan sistem kamera DSLR yang populer.
canon-1000d
Canon 1000D, salah satu kamera pemula termurah saat ini
Canon: Salah satu sistem kamera DSLR kamera yang paling populer di dunia. Canon memiliki koleksi lensa yang lengkap dari yang berkualitas rendah sampai tinggi. Kamera-kameranya juga lengkap dari untuk pemula sampai yang sangat canggih untuk profesional kelas atas.
Saya menyukai kamera-kamera pemula merek Canon dibandingkan dengan merek lainnya karena kamera pemula Canon seperti 1000D, 500D dan 550D saya pikir mudah digunakan, antar muka dan menunya juga sangat rapi dan terorganisasi dengan baik. Kekurangan kamera pemula Canon yaitu bahannya agak murahan dan tidak begitu enak gengamannya.
Satu-dua tahun terakhir ini, Canon lebih fokus dalam pengembangan kamera DSLR yang bisa merekam video clip. Sampai saat ini, hampir semua kamera DSLR Canon melampaui pesaingnya dalam urusan merekam video.

Nikon D3S, kamera canggih idaman fotografer, terutama yang untuk event atau photojournalistik
Nikon D3S, kamera canggih idaman fotografer, terutama yang untuk event atau photojournalistik
Nikon: Sama seperti Canon, sistem Nikon bisa dibilang cukup komplit. Banyak lensa Nikon yang berkualitas tinggi dan lebih mahal dari Canon. Saya menyukai kamera Nikon terutama yang canggih (D300s, D700, D3) karena auto fokusnya bekerja sangat baik, mungkin yang terbaik dibandingkan merek lain. Pengendalian noise di ISO tinggi juga sekelas diatas merek lain, sehingga cocok digunakan untuk foto di kondisi ruangan yang gelap.
Tidak seperti Canon, saya tidak begitu menyukai kamera pemula Nikon (D40, D60, D3000, D3100) karena antar mukanya saya pikir kurang baik. Contohnya menu yang susunannya kurang rapi dan juga tombol-tombol yang tersedia kurang untuk mengakses settingan yang sering dipakai. Selain itu, kamera pemula Nikon tidak memiliki motor auto fokus sehingga untuk beberapa lensa lama, tidak bisa mengunakan auto fokus (hanya manual).
Sony: Sony adalah pendatang yang relatif baru, tapi teknologinya mengunakan teknologi Konica Minolta yang di akuisisi Sony beberapa tahun yang lalu. Sony cukup agresif dan banyak mengeluarkan model-model baru setiap tahunnya, tapi model-model kamera tersebut mirip-mirip. Sony juga memiliki deretan model kamera dari yang untuk pemula sampai untuk yang profesional, meski yang untuk profesional tidak secanggih dan sebanyak Canon & Nikon.
sony-nex-5
Sony NEX-5, kamera mirip SLR yang dikembangkan Sony satu tahun terakhir ini
Ada beberapa keunikan di kamera-kamera Sony dibanding Canon dan Nikon. Misalnya kamera-kameranya ada fitur built-in steady shot yang membantu mencegah foto blur karena getaran tangan kita (kalau Canon & Nikon fitur ini terletak di lensa). Lalu banyak kamera Sony juga memiliki dua sensor auto fokus sehingga auto fokus saat mode live view (seperti kamera saku) jauh lebih cepat daripada kamera merek lain. Selain itu, banyak model kamera Sony yang memiliki layar LCD yang bisa di putar sehingga memudahkan komposisi foto diatas kepala atau dibawah kaki.
Dalam perkembangannya, kamera pemula Sony tidak begitu berubah dalam fiturnya, paling hanya desain yang sedikit berubah. Untuk pilihan kamera canggihnya, Sony tidak menawarkan banyak, A700 dan A900 sudah cukup lama belum di perbaharui.
Di pihak lain, Sony gencar dalam memproduksi kamera-kamera mirip DSLR seperti Sony A55, A33, dan Sony NEX-5, NEX-3.
Pentax: Pentax bisa dibilang pemain kecil di kancah kamera DSLR, tapi desain kamera Pentax sebenarnya cukup baik. Fokus Pentax dalam beberapa tahun terakhir adalah tampil beda (Be Different). Kamera DSLR Pentax seperti km, kx kecil tapi kokoh dengan fitur yang cukup bersaing. Keunikan kamera ini adalah memakai batere AAA universal, sehingga kalau kehabisan batere, bisa langsung membeli di toko terdekat. Pentax k-x juga tersedia dalam berbagai warna seperti putih dan merah.
Warna warni Pentax k-x hanya tersedia di Jepang
Warna warni Pentax k-x. Sebagian besar hanya tersedia di Jepang
Lalu Pentax juga memiliki K7 dan K5, yaitu kamera SLR canggih yang berukuran tidak begitu besar, tapi tahan di cuaca yang buruk, termasuk di kondisi sangat dingin. Secara sistem, koleksi lensa Pentax tidak sebanyak the big three (Canon, Nikon, Sony) tapi Pentax memiliki lensa – lensa prime/fixed yang sangat kecil dan berkualitas tinggi seperti Pentax 70mm f/2.4, 31mm f/1.4 dan sebagainya. Seperti Sony, semua model kamera Pentax juga terdapat built-in peredam getar.
Olympus: Keunikan sistem DSLR Olympus terletak pada ukuran kamera dan lensa yang relatif lebih kecil dan kurus. Hal ini karena Olympus memakai sensor 4:3 (four thirds), yang lebih kecil dari DSLR yang ada diatas. Akibatnya kualitas foto maksimal dari sensor 4:3 ini agak kurang terutama di ISO tinggi. Namun demikian, kualitas foto Olympus jauh lebih baik dari kamera saku. Meski kecil, kamera Olympus kecuali model E-420, juga terdapat fitur built-in peredam getar.
Olympus E-620 termasuk salah satu kamera DSLR termungil
Olympus E-620 termasuk salah satu kamera DSLR termungil
Tahun lalu adalah tahun yang kurang menggembirakan dalam perkembangan sistem DSLR Olympus. Di tahun itu, Olympus mengumumkan akan mengkonsentrasikan diri ke pengembangan micro four thirds (kamera mirip DSLR yang berukuran lebih kecil) dan menghentikan pembaharuan lensa untuk DSLR.
Demikianlah sekilas pandang sistem kamera yang ada di pasaran saat ini, semoga bisa jelas dan membantu


Sumber : http://www.infofotografi.com/

6 Mei 2011

Seni di dalam fotojurnalisme

Biasanya fotojurnalisme, atau sering disebut juga foto liputan, reportase, membosankan dan tidak ada seninya. Pendapatan wartawan foto juga termasuk rendah terutama dibandingkan dengan foto komersil atau potret. Dalam dekade terakhir, ada upaya untuk menyegarkan foto liputan, yaitu dengan mengkombinasikan seni ke dalam foto liputan.  Saya sendiri menyambut positif elemen artistik ke dalam fotojurnalisme. Elemen ini membuat foto menjadi lebih menarik untuk dinikmati.
Lalu, bagaimana caranya membuat fotojurnalisme menjadi lebih artistik?

KOMPOSISI

Saya pikir komposisi adalah poin yang sangat penting untuk membuat foto menjadi lebih artistik, tidak terkecuali dalam foto liputan. Banyak prinsip komposisi yang ada dan bisa dicoba-coba. Tantangannya adalah jenis komposisi yang mana yang sesuai dengan apa yang ada di depan kita.
Salah satu prinsip dasar yang paling banyak digunakan adalah Rule of Thirds, yaitu menempatkan subjek utama 1/3 dari badan foto, daripada memposisikan subjek di tengah-tengah badan foto.
Dengan menempatkan subjek foto gak sebelah kanan (bukan ditengah), foto terlihat lebih dinamis
Dengan menempatkan subjek foto gak sebelah kanan (bukan ditengah), foto terlihat lebih dinamis
Lalu saya juga suka mencari pola dalam foto, yaitu bentuk yang berulang-ulang seperti kain batik.
Contoh komposisi pola: Di sini, saya menangkap tiga orang nenek-nenek sedang tersenyum saat mendengarkan ceramah
Contoh komposisi pola: Di sini, saya menangkap tiga orang nenek-nenek sedang tersenyum saat mendengarkan ceramah
Kita juga bisa “break down” (membongkar) suatu pemandangan ke elemen-elemen dasar grafis seperti garis, segitiga, persegi panjang, lingkaran dan lain-lain.
Komposisi dalam foto diatas memiliki bentuk segitiga
Komposisi dalam foto diatas memiliki bentuk segitiga. Saya juga menerapkan prinsip rule of thirds
Kombinasi komposisi garis dan perspektif (Saat membuat foto ini, saya jongkok sehingga sudut pandang lebih menarik daripada bila saya berdiri)
Kombinasi komposisi garis dan perspektif (Saat membuat foto ini, saya jongkok sehingga sudut pandang lebih menarik daripada bila saya berdiri). Foto juga terlihat lebih tiga dimensi karena saya mengunakan lensa lebar
Selain itu, kita bisa mengubah perspektif / sudut pandang kita, misalnya naik ke tempat yang lebih tinggi, atau jongkok dan tiarap. Mengunakan lensa lebar juga bisa membuat sudut pandang yang lebih menarik.

MINIMALISTIK

Untuk membuat foto Anda keliatan lebih nyeni lagi, Anda bisa mencoba membuat latar belakang menjadi kabur. Dengan demikian, subjek Anda akan lebih menonjol dan latar belakang menjadi seperti efek lukisan.
Untuk membuat foto menjadi benar-benar minimalistik, kita harus benar-benar memperhatikan latar belakang, cari latar belakang yang polos dan tidak rumit, sehingga saat di blur dengan setting aperture/bukaan besar, latar belakang benar-benar mulus sehingga tidak mengganggu perhatian pemirsa akan subjek utama.
Saya mencoba membuat foto ini seminimal mungkin dengan membuat latar belakang menjadi kabur, sehingga terlihat seperti lukisan dan pemirsa lebih fokus melihat pada subjek utamanya. Selain itu dari komposisi, saya tidak memposisikan subjek di tengah foto
Saya mencoba membuat foto ini seminimal mungkin dengan membuat latar belakang menjadi kabur, sehingga terlihat seperti lukisan dan pemirsa lebih fokus melihat pada subjek utamanya. Selain itu dari komposisi, saya tidak memposisikan subjek di tengah foto

OLAH FOTO

Setelah di foto diambil, kita bisa memproses foto kita di Photoshop atau Lightroom. Karena fotojurnalisme, maka saya tidak memanipulasi foto. Yang saya lakukan biasanya adalah melakukan fine tuning warna, eksposur dan kroping. Kadang-kadang saya mengubah foto menjadi hitam putih bila saya merasa fotonya akan lebih enak dilihat.
Memang teknologi piranti lunak sangat hebat sekarang dan mudah sekali dilakukan, tapi yang paling penting tetap adalah saat pengambilan foto, jangan sepelekan itu dan jangan pernah terbersit pemikiran seperti “Ah nanti aja di betulin atau dipercantik di Photoshop atau piranti lunak pengolah foto lainnya. Juga, saya sarankan jangan terlalu asik mengolah foto (over processing) sehingga inti dari foto tersebut hilang atau berubah.

Sumber : http://www.infofotografi.com/

5 Mei 2011

Yang sering menjadi kendala utama fotografer pemula adalah kendala teknis. Banyak yang tidak mengetahui dasar dan tidak mengenal kameranya dengan baik. Saya pikir ini penting sekali untuk diatasi sebelum melangkah lebih jauh. Dengan menguasai aspek teknis, kita bisa membuat foto yang kita inginkan.

EXPOSURE / PENCAHAYAAN

Inti fotografi adalah pencahayaan, maka itu sangat penting kita memahami hal ini. Ada tiga faktor utama yang menentukan pencahayaan yaitu bukaan (aperture), kecepatan pemantik (shutter speed) dan sensitivitas sensor (ISO).
Jenis mode kamera yang bisa dipilih
Jenis mode kamera yang bisa dipilih
Berkaitan erat dengan pencahayaan, pertanyaan yang sangat sering saya dapatkan adalah mode kamera apa yang saya harus pakai. Bagi yang memahami prinsip pencahayaan, tentunya lebih cenderung memakai Manual (M), Aperture Priority (A/Av) atau Shutter Priority (S/Tv).
Lalu bagaimana dengan Auto mode, atau Program (P) mode atau scene modes seperti landscape mode (yang gambarnya seperti gunung) atau portrait mode (yang gambar wajah orang dari samping)? Apakah boleh memakai mode itu? Boleh saja kalau belum memahami pencahayaan, tapi bila telah memahami, otomatis kita tidak butuh lagi mode-mode tersebut.
Saya sendiri menyukai Aperture Priority, karena saya bisa fokus dalam mengendalikan berapa kabur latar belakang foto.
Mempelajari pencahayaan ibaratnya seperti belajar mobil manual, berenang atau belajar naik sepeda. Pertama-tama rasanya susah sekali, tapi kalau sudah memahami dan disertai praktek yang teratur, segalanya akan menjadi lancar. Setelah memahami hal ini, hasil hasil foto-foto Anda akan lebih konsisten.

EXPOSURE COMPENSATION / KOMPENSASI

Histogram: Kalau kurva berwarna hitamnya banyak menumpuk di sebelah kanan seperti ilustrasi di atas. Ini menandakan pencahayaannya terlalu berlebihan
Histogram: Kalau kurva berwarna hitamnya banyak menumpuk di sebelah kanan seperti ilustrasi di atas. Ini menandakan pencahayaannya terlalu berlebihan
Masih berkaitan dengan pencahayaan, hal yang perlu diperhatikan terutama fotografi digital adalah menghindari pencahayaan berlebih sehingga foto menjadi terlalu terang karena akan banyak detail yang hilang dan tidak bisa dimunculkan kembali. Untuk mengecek apakah foto kita terlalu terang, kita bisa lihat di layar LCD atau histogram.
Selain itu seringkali bila pemandangan di depan kita lebih banyak warna gelapnya daripada terangnya, kamera sering salah menafsirkan, sehingga foto menjadi lebih terang. Untuk itu, kita bisa mengakalinya dengan mengunakan fungsi kompensasi pencahayaan.
Nilai kompensasi tergantung pemandangan, jenis pengukur cahaya /metering yang aktif  dan jenis kamera. Saran saya coba-coba saja sampai menemukan pencahayaan yang optimal.
Dalam foto ini, kompensasi pencahayaan diperlukan karena sebagian besar area di dalam foto berwarna gelap. Bila tidak, wajah akan terlalu terang dan jubah akan berwarna abu-abu. Data Teknis: Av mode, 200mm, f/4, 1/320 detik, ISO 200, EC -1
Dalam foto ini, kompensasi pencahayaan diperlukan karena sebagian besar area di dalam foto berwarna gelap. Bila tidak, wajah akan terlalu terang dan jubah akan berwarna abu-abu. Data Teknis: Av mode, f/4, 1/320 detik, ISO 200, EC -1

MENCEGAH FOTO KABUR / GOYANG

Dua faktor foto kabur atau goyang adalah salah fokus atau shutter speed kurang tinggi. Untuk masalah auto fokus, jangan mengandalkan setting automatic focus, tapi pilihlah titik fokus tertentu. Bila subjek bergerak, maka gunakanlah continuous AF sehingga auto focus bisa mengikuti subjek.
Untuk memastikan fokusnya benar-benar telah terkunci, bisa dari suara “beep” atau lihat konfirmasi AF yang biasanya berbentuk bulatan atau kotak hijau di dalam jendela bidik / viewfinder.
Berkenaan dengan masalah shutter speed, untuk foto subjek yang bergerak, butuh shutter speed yang cukup tinggi. Contoh: minimal 1/125 untuk foto orang berjalan. Kalau lebih rendah, foto akan kabur. Di kondisi cahaya yang kurang baik, triknya adalah menaikkan nilai ISO, sehingga shutter speed tinggi bisa dicapai.
Untuk faktor kedua, saya pernah menulis artikel Supaya foto tidak kabur [bagian 1 | bagian 2].
Foto #2
Foto #2
Keterangan Foto #2: Untuk membekukan foto penari, saya mengunakan setting AF-C (Nikon) / Ai Servo (Canon) supaya auto fokusnya tetap terkunci pada penari tersebut meski bergerak dengan cepat. Lalu saya juga mengunakan shutter speed yang cukup tinggi. Saya juga mengunakan kompensasi ekposur untuk mengkompensasikan latar belakang yang hitam pekat. Data Teknis: Aperture priority (Av) mode f/4, 1/200 detik, EC -1 1/3, AF-C, ISO 1250, 70mm.

DEPTH OF FIELD / KEDALAMAN FOKUS

Kedalaman fokus yang tipis membuat subjek lebih menonjol dan latar belakang menjadi blur sehingga berkesan artistik.
Untuk membuat efek seperti itu, saya pernah menulis artikel faktor-faktor yang menentukan latar belakang menjadi kabur.
Di foto ini, saya mengunakan bukaan sangat besar, yaitu f/1.4 sehingga depth of field sangat tipis, latar belakang menjadi sangat mulus, bahkan sebagian besar rambut juga udah kabur. Selain itu, lensa yang saya pakai juga cukup tele. Data Teknis: f/1.4,  85mm, 1/1600 detik ISO 200
Di foto ini, saya mengunakan bukaan sangat besar, yaitu f/1.4 sehingga depth of field sangat tipis, latar belakang menjadi sangat mulus, bahkan sebagian besar rambut juga udah kabur. Selain itu, lensa yang saya pakai juga cukup tele. Data Teknis: f/1.4, 85mm, 1/1600 detik ISO 200

WHITE BALANCE

wb-white-balance
Contoh beberapa preset White Balance
Tips terakhir untuk artikel ini adalah menentukan setting WB / White balance yang tepat dengan kondisi atau hasil yang ingin dicapai. Memang di setiap kamera biasanya telah ada AWB atau Auto White Balance, tapi sekali lagi, AWB sering kali tidak menerjemahkan kondisi lapangan dengan baik atau tidak memahami keinginan kita.
Misalnya bila kondisi cahaya di lapangan mendung, maka pilihlah WB cloudy (yang bergambar seperti awan). Kalau di bawah bayangan, pilih Shade dan seterusnya. Kalau di dalam ruangan yang lampunya kuning, maka pakailah WB tungsten (yang gambarnya seperti bola lampu).
Bila ingin foto terlihat lebih hangat (kekuningan/jingga), maka set WB ke cloudy atau shade. Bila ingin foto terlihat lebih dingin / kebiruan, maka pilihlah WB tungsten.
Untuk kamera yang canggih, kita bisa mengeset temperatur warna sendiri dalam derajat Kelvin. Makin rendah makin biru, makin tinggi makin kekuningan.

Sumber : http://www.infofotografi.com/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner