28 Nov 2010

Kamera Digital untuk pemula

Sebelum saya membahas mengenai kamera digital untuk pemula, saya mau menjelaskan beberapa hal terlebih dahulu. Saran dari saya dalam blog ini adalah berdasarkan pengalaman saya, yang berarti  apabila saya membandingkan kamera yang satu dengan lainnya bukan berarti kamera yang saya sarankan lebih bagus secara mutu dibandingkan dengan pembandingnya. Pengalaman saya adalah dalam bidang Photography Advertising, Food Photography, Architectural Photography, jadi mohon maaf kalau saya tidak bisa menjelaskan mengenai kamera yang hanya untuk hobi saja, karena biasanya yang berhubunga dengan hobi cenderung lebih konsumtif sedangkan yang akan saya bahas lebih kepada pemilihan kamera untuk berfungsi secara tepat dalam business photography anda

Sepanjang pengalaman saya di dunia photography, saya selalu menggunakan camera canon, mengapa?  Alasan pertama saya karena memang dari waktu pertamakali saya mulai belajar foto, saya “diracuni” teman saya untuk menggunakan canon, dengan alasan karena canon dari segi penggunaannya lebih simple dibandingkan nikkon. Memang setelah saya mencoba nikkon bagi saya memang sedikit “ribet” dibandingkan canon. Seperti dalam menyetel speed dan diafragma, canon lebih mudah pengaturannya (nanti saya akan jelaskan lebih detail dalam posting saya yang lain). Warna yang dihasilkan canon lebih jujur, dalam arti…apa yang anda lihat (object foto) akan terekam apa adanya, sedangkan nikkon lebih contrast, tapi ini tergantung selera anda. Banyak teman sesama photographer yang pada akhirnya pindah menggunakan canon pada saat photo session di studio karena alasan tersebut.

Camera Canon yang mana yang selayaknya anda beli untuk memulai bisnis fotografi anda atau bahkan untuk memulai belajar fotografi? Ok, saya menyarankan anda sebaiknya membeli canon eos 20D, canon eos 30D, canon eos 40d, canon eos 50D, canon eos 7D, canon eos 5d mark II (professional series). Satu hal yang harus diingat…saya menyarankan camera ini jika anda benar-benar mau serius dalam dunia fotografi. Mengapa bukan canon eos 1000D, canon eos 500D yang memang dari segi harga lebih murah ? Begini, canon eos 20D-50D adalah camera semi professional, dan eos 5D seri professional, Sedangkan eos100D dan 500D merupakan seri dibawah semi proffesional, sehingga ada beberapa perbedaan seperti dari segi pengaturan speed, diafragma (lebih seperti nikkon) seri 20D keatas lebih simple penggunaannya, juga dari besarnya pixel. Tingkat kerapatan pixel pun akan berbeda jika anda memilih camera dibawah semi professional.

Apa beda camera professional dan semi professional? Perbedaan yang paling jelas adalah camera semi professional belum menggunakan “full frame” sedangkan professional sudah “full frame”. Apa itu yang dimaksud dengan Full Frame? Anda pasti sudah tahu bahwa ada bermacam-macam lensa, seperti lensa 50mm, lensa 85mm, dst. Jika anda menggunakan camera yang tidak “full frame” dengan lensa 50mm, maka yang akan terjadi lensa 50mm anda tidak menjadi benar-benar 50mm, tetapi menjadi lensa +- 80mm. Mengapa seperti itu, karena perbandingan sebesar 1,6 jadi 50mm x 1,6= 80mm. Efeknya jelas sekali, bayangkan anda menjadi seorang photographer landscape anda ingin mengambil gambar suatu pemandangan yang memerlukan lensa yang cukup lebar, tetapi camera yang anda gunakan tidak “full frame” misalnya dengan lensa 24mm, maka fungsi lensa anda akan menjadi lensa 38mm…artinya yang tadinya anda bisa mengambil gambar dari jarak 5meter dari object…dengan berubahnya fungsi lensa menjadi 38mm anda harus mundur sekian meter untuk mendapatkan gambar yang sama. Kira-kira itu salahsatu kendala dengan menggunakan camera yang tidak full frame. Tetapi apabila anda banyak bekerja di studio dan studio anda cukup luas sehingga mempermudah anda untuk mengatur posisi…”mungkin” camera non full frame ini tidak terlalu menjadi kendala. Kamera pertama saya adalah canon eos 30D, non full frame dan saya mengalami kendala ini walaupun tidak terlalu sering, karena  mayoritas photo session saya di studio. Cara saya mengakali yaitu dengan menggunakan lensa 24-70mm sehingga masih ada jarak untuk bermain dengan keterbatasan camera saya.

Sumber : www.google.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner