Menu

Dec 5, 2010

TENTANG OLAH DIGITAL


Olah Digital Foto Infra RED Photography
Olah digital untuk Infra RED Photography (Sebelum dan Sesudah Editing)


OLAH DIGITAL SEBAGAI SENI BARU FOTOGRAFI

Seiring dengan perkembangan teknologi olah citra digital dewasa ini, olah digital menjadi cabang seni baru dibidang fotografi. Olah digital secara sederhana didefinisikan sebagai tindakan mengolah sebuah foto dengan bantuan perangkat komputer. Cakupan olahannya pun cukup luas dari mulai sekedar cropping, saturasi warna, sampai merubah komposisi, dll.

Setiap teknologi pasti menimbulkan kontroversial, demikian juga teknik olah digital fotografi. Sebagian fotografer menganggapnya sebagai cara yang curang, kurang etis, dll. Tapi disatu sisi lain, kehadiran teknologi ini pun justru membawa banyak keuntungan bagi fotografer yang mau mempelajarinya dan mendalami seni teknik olah digital.

Dalam sebuah sessi pemotretan, sulit sekali bagi kita untuk mendapatkan kondisi yang sempurna untuk menghasilkan foto yang sempurna. Dari cuaca yang kurang mendukung, arah lighting yang kurang pas, dan juga dari sisi model dll, seringkali ada saja ketidak sempurnaan. Dengan adanya teknik olah digital justru bisa mengatasi problem-problem tersebut.

Anril Photography bersikap flexible dalam menyikapi kehadiran teknik olah digital ini, bila client kami tidak menyukai olah digital ekstreem, kami pun akan menuruti selera client kami. Kami akan terus mengantisipasi masa depan dengan selalu mempelajari setiap teknologi baru fotografi dalam rangka selalu meningkatkan kualitas foto kami.

Mitos yang salah mengenai Olah Digital adalah, semua foto bisa menjadi baik bila di edit secara digital. Ini adalah pendapat yang sama sekali salah. Sebelum di edit, foto harus sudah baik secara komposisi dan lighting. Foto yang over-exposed (terlalu terang) atau under-exposed (terlalu gelap), atau buram, tidak akan bisa diperbaiki secara digital. Olah digital tidak bisa digunakan untuk memperbaiki foto yang buruk. Olah digital berfungsi sebagai teknik mempercantik foto yang sudah baik.
Olah Digital untuk melembutkan wajah model
Olah digital untuk memuluskan wajah (Kiri Sebelum, kanan sesudah diedit)

Terkadang pada saat pemotretan, terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada client kami. Contoh yang paling sering adalah tumbuhnya jerawat. Dengan teknik olah digital, hal ini sangat mudah diatasi. Client tetap dapat menikmati foto dengan wajah yang mulus meskipun saat pemotretan sedang tumbuh jerawat yang mengurangi keindahan wajah sang client.

Sebagian pecinta olahdigital ekstreem bahkan dapat menciptakan dunia khayalan imajinasinya sendiri pada sebuah foto dengan kombinasi pemotretan yang tepat ditambah kemampuan olahdigital yang baik. Jujur saja untuk membuat olah digital ekstreem seperti ini tidak dapat dilakukan oleh semua fotografer. Diperlukan imaginasi yang tinggi, skill fotografi yang baik serta pengalaman yang banyak untuk menghasilkan foto digital imaging yang bagus.
Contoh Olah Digital
Contoh olahan ekstrim, siang menjadi malam dengan tonal film animasi 3D


KONTROVERSI OLAH DIGITAL

Setiap ada hal baru berkaitan dengan teknologi pasti muncul pro dan kontra. Bahkan beberapa kalangan diantaranya terlihat sangat anti-digital-imaging bahkan paranoid terhadap digital imaging yang entah dihembuskan oleh siapa, sehingga sudah menjadi kebiasaan beberapa kalangan jika melihat sebuah foto bagus, pasti langsung dicurigai sebagai foto editan. Seakan-akan di cap bahwa foto bagus itu adalah hasil editan, yang mana fotografernya tidak mengerti konsep fotografi dan hanya mengandalkan proses edit saja. Faktanya tidak demikian, tidak ada satupun perangkat dan keahlian digital imaging yang mampu merubah foto jelek menjadi foto yang bagus / istimewa. Artinya, bila ada foto hasil editing yang terlihat bagus, percayalah itu dibuat oleh seorang fotografer yang mengerti aspek fotografi dan disempurnakan oleh proses digital imaging yang tepat sasaran.

Kenapa Olah Digital dibenci sebagian kalangan ? Adalah lumrah bila digital imaging tidak disukai oleh beberapa kalangan. Awalnya kamipun merasakan hal yang sama. Disaat kami melakukan investasi yang mahal untuk sebuah kamera mahal ataupun lensa dengan kemampuan rendering bokeh yang menawan, sementara dalam proses digital imaging, rendering bokeh yang tidak kalah menawan bisa dilakukan dengan mudah secara software tanpa biaya sepeserpun. Disaat fotografi konvensional membutuhkan beberapa peralatan lighting yang mahal untuk menghasilkan foto yang baik, secara digital imaging beberapa diantaranya bisa dilakukan dengan mudah secara software lagi lagi tanpa harus merogoh kantong kita. Bisa dibayangkan betapa geramnya kami fotografer yang telah melakukan investasi mahal untuk peralatan canggih.

Ya memang dengan berat harus diakui bahwa digital imaging foto mulai diminati oleh pemirsa. Tapi kami yakin dan percaya, bahwa fotografi murni tanpa digital imaging pun masih tetap akan diminati sebagian kalangan pemirsa. Ini hanya proses revisi segment pasar yang berubah karena perkembangan teknologi.

Kenapa akhirnya kami mempelajari teknik Digital Imaging ? Ini jawaban jujur kami,
Berawal dari perasaan betapa kami iri melihat karya seorang maestro fotografi
di salah satu komunitas online fotografer yang bisa membuat foto istimewa
dan mampu memukau jutaan pemirsa foto dari seluruh dunia
Karya karya beliau bahkan dipamerkan baik didalam maupun di luar negeri,
dan yang sangat membuat kami iri adalah beliau hanya menggunakan
sebuah Pocket Kamera yang ditunjang dengan skill fotografi plus kemampuan
digital imaging yang mumpuni. Perasaan inilah yang mencambuk kami untuk menyadari bahwa Zaman terus berubah, kami harus TERUS BELAJAR,
dan belajar terus...


Tak ada satupun perangkat digital imaging yang mampu mengubah foto gagal seperti ini menjadi foto bagus

Perhatikan gambar diatas ini, foto tersebut adalah foto gagal dimana pengambilannya over-exposed, dari segi komposisi pun kurang begitu menarik, juga foto terlihat BLUR karena kesalahan sang fotografer. Siapapun digital imaging artistnya tidak akan ada yang mampu mengubah foto ini menjadi foto yang bagus.

... Tanpa ditunjang skil fotografi yang memadai, mustahil untuk menghasilkan
sebuah foto bagus meskipun foto tersebut adalah foto editan / digital imaging,
karena, Tidak ada satupun perangkat digital imaging yang mampu untuk
merubah foto buruk menjadi foto yang bagus apalagi istimewa...


HARAMKAH OLAH DIGITAL ?

Dengan berkembangnya teknologi Digital Imaging dewasa ini, tindakan merubah foto semakin mudah dilakukan oleh orang yang mahir mengolah foto. Digital Imaging / Olah digital itu sendiri terbagi dari berbagai kelas, ada yang hanya sekedar menaikan kontras, saturasi, dodging, burning, sampai merubah komposisi bahkan mencampur-campur berbagai foto menjadi satu foto. Digital imaging yang melibatkan tindakan perubahan komposisi dan menempelkan foto2 lain lebih dekat ke arah manipulasi foto. Yang namanya manipulasi, pasti bisa digunakan untuk tujuan baik maupun tidak baik. Lalu haram kah olah digital seperti ini ? Kami berpendapat, sejauh manipulasi foto hanya digunakan untuk keperluan koleksi pribadi, dimana tidak ada pihak yang dirugikan dengan tindakan tersebut, maka olah digital / digital imaging kita anggap sah sah saja.

Bagi fotografer Jurnalistik / Wartawan, yang jelas jelas bertugas untuk menyebarkan sebuah berita, manipulasi foto jelas-jelas tidak diperkenankan dan mengarah kepada tindakan penyebar kebohongan. Misalkan saja ada seorang wartawan yang mengambil foto orang sedang berkelahi satu lawan satu, namun fotonya ditambahkan 3 orang baru, maka ini adalah tindakan pembohongan yang tidak bisa dibenarkan. Selain itu fotografer produk yang mengambil foto sebuah produk untuk keperluan promosi, manipulasi berlebihan juga kami anggap sebagai pelaku kebohongan yang jelas akan merugikan calon konsumen produk tersebut.
Tidak semua orang menyukai hasil karya fotografi plus olah digital, tapi juga tidak semua orang bisa puas hanya dengan output foto dari kamera tanpa proses retouch sekalipun dari seorang fotografer kawakan. Semua kembali ke selera masing-masing individu, ada yang suka masakan pedas, ada yang suka asin, dll. Tim Anril Photography selalu bersikap flexible kepada client kami. Akhir kata, semuanya kembali pada diri kita masing-masing, apakah ingin mempertahankan seni fotografi murni atau memperluas wawasan dengan mempelajari seni olahdigital untuk mempercantik karya fotografi kita. Yang pasti Bagi kami, proses belajar adalah sesuatu yang tidak pernah berhenti, motto kami adalah terus belajar dan belajar terus untuk terus menyempurnakan karya kami di masa depan.


Sumber : http://anril.com/

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner